Banda Aceh – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh, Saiful Bahri yang akrab disapa Pon Yaya, menegaskan kembali pentingnya profesionalitas dalam menjalankan roda organisasi. Ia meminta seluruh pengurus KONI Aceh masa bakti 2025-2029 untuk bekerja secara proporsional, menjauhi praktik-praktik yang dapat menimbulkan konsekuensi hukum, serta menjaga integritas lembaga.
Hal tersebut disampaikan Pon Yaya dalam Rapat Pleno Perdana Pengurus KONI Aceh di Aula Serbaguna Setda Aceh, Kamis (6/11/2025).
“Sejak awal kita sudah menerapkan prinsip profesional. Anda bisa lihat sendiri, tak ada satu pun keluarga saya dalam struktur pengurus. Kita bekerja untuk olahraga Aceh, bukan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.
Dalam sambutan tanpa teks yang disampaikan dengan bahasa Aceh, Pon Yaya juga menceritakan bagaimana ratusan pesan berisi foto KTP masuk ke ponselnya usai ia terpilih pada Musorprovlub 10 Oktober 2025 lalu. Banyak pihak menyatakan minat menjadi pengurus, namun ia menegaskan tetap berpedoman pada seleksi yang profesional bersama tim formatur dan tokoh-tokoh olahraga.
Struktur kepengurusan tersebut selanjutnya telah disahkan oleh Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman.
Operasional Berjalan Meski Belum Ada Rekening Organisasi
Pon Yaya mengungkapkan, saat ini pengurus baru belum dapat mengakses dana organisasi karena rekening masih menggunakan kepengurusan sebelumnya. Ia mengaku mencari cara menalangi kebutuhan operasional sementara, demi memastikan agenda berjalan.
Ia mencontohkan keberangkatan atlet Aceh ke PON Beladiri di Kudus yang tetap terlaksana sehari setelah Musorprovlub, meski kondisi keuangan belum stabil.
“Alhamdulillah, kita berhasil membawa pulang 1 emas, 3 perak, dan 9 perunggu. Kita juga sudah menyiapkan bonus untuk atlet,” katanya.
KONI Aceh kini membuka rekening baru agar pengelolaan keuangan lebih bersih dan terpisah. “Semua transaksi dari bulan sepuluh ke bawah di tahun 2025 bukan tanggung jawab kita. Kita mulai pengelolaan dengan tertib dan transparan,” tegasnya.
Aturan Organisasi Akan Dibagikan dalam Bentuk Buku Saku
Untuk mendukung disiplin dan kelancaran kinerja, KONI Aceh juga telah menyiapkan tata tertib internal sesuai AD/ART. Buku saku panduan kerja tersebut akan dibagikan kepada seluruh pengurus.
“Jangan sampai ada tumpang tindih tugas. Ingat, ini pengabdian, bukan tempat mencari keuntungan,” ucap Pon Yaya yang disambut tawa peserta.
Fokus ke Agenda Terdekat
Pon Yaya meminta seluruh pengurus menjaga soliditas menghadapi agenda penting, termasuk pelaksanaan Pra Pora dan program pembinaan atlet lainnya.
“Tahun anggaran 2025 kita laksanakan Pra Pora. Mari kita bantu, dukung, dan kawal agar berjalan sukses dan bebas dari persoalan hukum. Bonus atlet, pembinaan, dan agenda lainnya sudah kita rancang bersama,” tutupnya.





