Aktualnews.net I Banda Aceh – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Aceh menyatakan kinerja industri perbankan di Aceh hingga Mei 2026 tetap berada dalam kondisi kuat dan stabil.
Hal tersebut disampaikan Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga, dalam kegiatan Kopi Jroh bersama wartawan dari berbagai media di Banda Aceh, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Secangkir Kopi Sejuta Gagasan untuk Ketahanan Ekonomi Aceh” itu menjadi ajang diskusi mengenai kondisi perekonomian daerah dan sektor jasa keuangan.
Dalam paparannya, Daddi mengatakan pertumbuhan aset, dana pihak ketiga (DPK), dan pembiayaan perbankan di Aceh masih menunjukkan tren positif dengan kualitas pembiayaan yang tetap terjaga.
Berdasarkan data OJK Aceh per Mei 2026, total aset (gross) bank umum di Aceh mencapai Rp65,05 triliun atau tumbuh 6,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Meski demikian, OJK mengingatkan adanya potensi dampak fenomena El Nino yang dapat memberikan tekanan terhadap sektor pertanian. Kondisi tersebut dinilai perlu diwaspadai mengingat perekonomian Aceh masih bergantung pada sektor pertanian.
Selain memaparkan perkembangan sektor perbankan, OJK juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam memilih produk dan layanan keuangan.
“Masyarakat harus memastikan produk keuangan yang dipilih legal dan logis,” kata Daddi.
Untuk melindungi masyarakat dari praktik keuangan ilegal, OJK bersama sejumlah instansi telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). Satgas ini bertugas memperkuat upaya pencegahan, penanganan pengaduan masyarakat, serta penindakan terhadap aktivitas keuangan ilegal.
Hingga Maret 2026, OJK mencatat telah menghentikan atau memblokir lebih dari 14 ribu entitas keuangan ilegal yang beroperasi tanpa izin dan berpotensi merugikan masyarakat.





