Aktualnews.net I Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh memprediksi mobilitas perjalanan masyarakat selama mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah akan meningkat. Hal tersebut terlihat dari hasil survei potensi pergerakan masyarakat di Aceh yang menunjukkan tingginya minat perjalanan pada periode angkutan Lebaran tahun ini.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST., MT., mengatakan survei yang dilakukan terhadap 1.092 responden di Aceh, hasilnya menunjukkan masyarakat akan melakukan perjalanan menggunakan berbagai moda transportasi, baik darat, laut, maupun udara.
“Berdasarkan survei tersebut, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik tahun ini cukup tinggi. Karena itu Dishub Aceh melakukan berbagai langkah persiapan agar arus mudik dan arus balik dapat berjalan aman, tertib, dan lancar,” kata Faisal di Banda Aceh, Minggu 8 Maret 2026.
Faisal menjelaskan berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari pengecekan armada transportasi, penguatan koordinasi lintas instansi, hingga pemantauan langsung ke sejumlah terminal dan pelabuhan yang menjadi simpul transportasi utama di Aceh.
Dishub Aceh juga telah melakukan pemeriksaan kelaikan kendaraan atau ramp check terhadap angkutan umum yang akan melayani pemudik. Pemeriksaan dilakukan selama enam hari pada 9-14 Februari 2026 terhadap 485 kendaraan angkutan umum AKDP di delapan terminal di Aceh. Selain itu, pemeriksaan keselamatan juga dilakukan terhadap sejumlah kapal penyeberangan yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.
“Ramp check dilakukan untuk memastikan kendaraan yang beroperasi selama masa mudik benar-benar layak jalan dan aman digunakan oleh masyarakat. Ini juga bagian dari upaya kita menekan potensi kecelakaan lalu lintas,” ujarnya.
Selain itu, Dishub Aceh juga memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya kepolisian, Balai Pengelola Transportasi Darat, KSOP, pemerintah kabupaten/kota, serta operator transportasi darat dan laut.
Dalam rangka pengawasan selama masa angkutan Lebaran, Dishub Aceh juga akan mengoperasikan posko pelayanan transportasi yang melibatkan berbagai unsur lintas instansi. Secara keseluruhan sebanyak 1.128 personel akan disiagakan selama periode angkutan Lebaran. Personel tersebut ditempatkan di berbagai titik posko pelayanan transportasi, antara lain Posko Terpadu di Kantor BPTD Kelas II Aceh, Posko Terpadu Pelabuhan Ulee Lheue, posko pada Terminal Tipe A dan UPPKB, sembilan Terminal Tipe B milik Pemerintah Aceh, serta posko di enam pelabuhan penyeberangan provinsi. Selain itu, pengawasan juga diperkuat dengan dukungan petugas dari Dinas Perhubungan di 23 kabupaten/kota di Aceh.
Kadishub bersama tim juga telah meninjau langsung sejumlah terminal dan pelabuhan di Aceh guna memastikan kesiapan fasilitas pelayanan, kondisi armada, serta kesiapan petugas di lapangan.
“Terminal dan pelabuhan merupakan simpul transportasi yang akan dipadati masyarakat. Karena itu kita memastikan fasilitas dalam kondisi baik, armada siap beroperasi, dan seluruh personel siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Faisal.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik tahun ini, berbagai moda transportasi telah tersedia di Aceh. Pada sektor transportasi darat terdapat 1.949 unit bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan 602 unit bus antar kota antar provinsi (AKAP) dengan total kapasitas sekitar 216.058 penumpang.
Pada sektor transportasi laut tersedia enam unit kapal penyeberangan dan empat kapal cepat dengan kapasitas sekitar 88.624 penumpang. Sementara pada sektor transportasi udara terdapat delapan maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Aceh dengan total kapasitas sekitar 63.800 penumpang selama periode angkutan Lebaran.
Dishub Aceh juga telah memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di berbagai wilayah yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas selama masa mudik, termasuk di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Bireuen, Lhokseumawe, hingga sejumlah wilayah di pantai barat dan wilayah tengah Aceh.
Berdasarkan hasil survei potensi pergerakan masyarakat, puncak arus mudik Lebaran tahun ini diperkirakan terjadi pada 14 Maret 2026 (H-7) dan 18 Maret 2026 (H-3) menjelang Idul Fitri. Pola pergerakan tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16-17 Maret serta rangkaian libur nasional yang berdekatan dengan Hari Nyepi.
Sementara itu arus balik lebaran diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026 (H+2) dan 29 Maret 2026 (H+7) setelah Idul Fitri.
Selain perkiraan tersebut, survei Dishub Aceh juga menunjukkan bahwa sebagian besar perjalanan mudik berasal dari wilayah perkotaan, terutama Kota Banda Aceh dan sekitarnya, dengan tujuan utama menuju sejumlah kabupaten di pantai timur Aceh serta ke luar provinsi seperti Medan.
Jika dibandingkan dengan periode angkutan lebaran tahun sebelumnya, mobilitas masyarakat diprediksi akan tetap tinggi. Pada Angkutan Lebaran 2025 total pergerakan penumpang mencapai 198.318 orang atau meningkat sekitar 0,81 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 196.717 penumpang. Pergerakan tersebut didominasi oleh transportasi darat sebesar 46,65 persen, disusul transportasi udara 33,21 persen dan penyeberangan laut sebesar 20,15 persen. Pada tahun 2025, pergerakan kendaraan yang masuk ke Aceh tercatat sebanyak 156.489 unit kendaraan dan 151.871 unit yang keluar dari Aceh.
Faisal menambahkan pada lebaran tahun ini masyarakat Aceh juga dapat memanfaatkan program mudik gratis yang diselenggarakan Pemerintah Aceh melalui Dinas Perhubungan. Program tersebut menyediakan layanan transportasi darat dan laut dengan target melayani sekitar 5.000 pemudik, terdiri dari 2.000 pemudik melalui angkutan darat dan 3.000 pemudik melalui angkutan laut.
Program mudik gratis ini melayani berbagai rute dari Banda Aceh menuju sejumlah kabupaten/kota di Aceh hingga rute Banda Aceh-Medan. Selain itu juga tersedia layanan penyeberangan gratis pada sejumlah lintasan seperti Ulee Lheue-Balohan serta rute menuju Sinabang dan Pulau Banyak.
Faisal juga mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar mempersiapkan perjalanan dengan baik serta mengutamakan keselamatan.
“Periksa kondisi kendaraan mulai dari rem, lampu, ban, hingga kelengkapan surat-surat. Jangan memaksakan diri berkendara jika lelah dan patuhi rambu-rambu lalu lintas,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan kondisi cuaca selama perjalanan, mengingat beberapa wilayah Aceh masih berpotensi mengalami hujan.
“Jika menggunakan transportasi umum, pilih kendaraan resmi yang telah memenuhi standar keselamatan. Yang paling penting, utamakan keselamatan selama perjalanan,” kata Faisal.





