Aktualnews.net I Banda Aceh – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K) Universitas Syiah Kuala (USK) memperkenalkan inovasi SERA (Sequential Emotional Release Aromatherapy) dalam pameran produk kewirausahaan yang menjadi bagian dari rangkaian The 2nd International Conference on Biology and Environment Sciences (ICeBES) di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Syiah Kuala. Senin, 27 Juli 2026
Pameran tersebut menghadirkan berbagai inovasi dan produk kewirausahaan hasil karya mahasiswa USK serta menjadi wadah untuk memperkenalkan hasil riset dan kreativitas mahasiswa kepada akademisi, peneliti, mahasiswa, dan peserta konferensi dari berbagai institusi.
SERA merupakan inovasi body wash berbasis neuro-aromaterapi yang dikembangkan oleh tim PKM-K yang beranggotakan Imania Hardiana dan Thahara Salsabila dari Program Studi Farmasi Angkatan 2025, serta Cut Indira Amalia dari Program Studi Akuntansi Angkatan 2025. Tim ini dibimbing oleh Apt. Dara Sukma Ratmelya, S.Farm., M.Farm.
Inovasi tersebut berhasil memperoleh pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Kewirausahaan (PKM-K), sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan produk sekaligus implementasi kewirausahaan mahasiswa.
SERA memanfaatkan minyak atsiri nilam (Pogostemon cablin) dan kenanga (Cananga odorata) khas Aceh sebagai bahan utama. Kedua komoditas lokal tersebut diformulasikan menjadi body wash berbasis neuro-aromaterapi yang dirancang memberikan pengalaman mandi yang lebih nyaman melalui pelepasan aroma secara bertahap (sequential aroma release). Konsep ini menjadi salah satu keunggulan inovasi SERA sekaligus menunjukkan potensi pemanfaatan sumber daya alam Aceh dalam pengembangan produk perawatan tubuh bernilai tambah.
Selama pameran berlangsung, tim memperkenalkan SERA kepada para pengunjung sekaligus memaparkan konsep neuro-aromaterapi, pemanfaatan minyak atsiri nilam dan kenanga, proses formulasi produk, hingga peluang pengembangan inovasi berbasis potensi lokal. Berbagai masukan dan tanggapan dari pengunjung menjadi bahan evaluasi yang berharga dalam penyempurnaan produk ke depan.
Bagi tim, keikutsertaan dalam pameran ICeBES menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring dengan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap riset, inovasi, dan kewirausahaan. Interaksi langsung dengan pengunjung juga memberikan perspektif baru mengenai kebutuhan pengguna serta potensi pengembangan SERA pada tahap berikutnya.
Melalui partisipasi dalam pameran The 2nd International Conference on Biology and Environment Sciences (ICeBES), Tim PKM-K Universitas Syiah Kuala berharap SERA semakin dikenal sebagai inovasi mahasiswa yang mengangkat potensi minyak atsiri nilam dan kenanga khas Aceh menjadi produk perawatan tubuh inovatif. Partisipasi tersebut juga menjadi wujud kontribusi mahasiswa dalam memperkenalkan inovasi berbasis sumber daya lokal pada forum akademik yang mempertemukan berbagai kalangan dari dunia pendidikan dan penelitian.





