Aktualnews.net I Banda Aceh – Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menghadiri Gala Dinner Pengembangan Profesi Bedah Berkelanjutan (P2B2) XXIII Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) 2026 yang digelar di Anggun Ballroom Muraya Hotel, Banda Aceh, Jumat (11/9/2026).
Kehadiran Menteri Kesehatan dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI), dr. Heri Setyanto, SpB-ET.
Dalam sambutannya, dr. Heri menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Menteri Kesehatan RI dalam rangkaian kegiatan P2B2 XXIII PABI yang tahun ini dilaksanakan di Aceh.

“Kami sangat berbangga sekali atas kehadiran Bapak Menteri Kesehatan RI pada malam Gala Dinner P2B2 XXIII PABI di Banda Aceh,” ujar dr. Heri.
Di hadapan Menteri Kesehatan, dr. Heri juga menyampaikan sejumlah persoalan regulasi yang dinilai masih menjadi tantangan bagi para dokter bedah dalam menjalankan kompetensinya.
Menurutnya, terdapat beberapa regulasi yang belum sepenuhnya mendukung pelaksanaan tindakan medis yang dilakukan oleh dokter bedah.
“Kami merasa kompetensi kami belum termanfaatkan secara maksimal karena ada beberapa regulasi yang tidak bisa menjalankan apa yang kami lakukan,” katanya.
Karena itu, PABI berharap adanya kepastian regulasi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) antara kolegium, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia dan BPJS Kesehatan.
“Kami memohon besok, Sabtu (12/9/2026), ada Memorandum of Agreement antara kolegium dengan Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia dan BPJS, agar segala tindakan kita bisa mendapatkan kepastian regulasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, dr. Heri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh anggota PABI Aceh yang telah menjadi tuan rumah dan menyukseskan pelaksanaan P2B2 XXIII PABI 2026.
Ia menilai pelaksanaan kegiatan di Aceh berlangsung sangat baik dan mendapat sambutan positif dari para peserta.

Sementara itu, Ketua Panitia P2B2 PABI Aceh 2026, dr. Safwan Azhari, SpB-ET, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada sekitar 1.500 dokter bedah dari seluruh Indonesia yang hadir di Aceh.
“Terima kasih dan apresiasi kepada 1.500 dokter bedah di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, yang telah datang ke Aceh dalam rangka P2B2,” kata dr. Safwan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan agenda nasional tersebut hingga seluruh rangkaian kegiatan selesai.
“Atas nama panitia, kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan workshop dan simposium hingga malam ini masih terdapat pelayanan yang kurang berkenan,” ujarnya.
Lebih lanjut, dr. Safwan mengatakan P2B2 menjadi momentum untuk mendorong peran dokter bedah agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi Indonesia.
Menurutnya, dokter bedah harus terus didorong agar semakin berdaya, mandiri dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan negara.
“Kita bagaimana mengadvokasi agar dokter bedah itu memberi kontribusi lebih besar untuk Indonesia. Tentunya kita terus mendorong supaya dokter bedah itu berdaya, dokter bedah itu mandiri dan dokter bedah itu bisa berfungsi serta dimanfaatkan untuk negeri ini,” katanya.

Gala Dinner P2B2 XXIII PABI 2026 juga berlangsung meriah dengan suguhan berbagai pertunjukan seni dan budaya Aceh. Para tamu dan peserta disuguhi Tari Saman dari Gayo serta sejumlah pertunjukan budaya lainnya.
Sementara itu, pelaksanaan P2B2 PABI tahun depan dijadwalkan berlangsung di Kota Yogyakarta.





