Banda Aceh

Saiful Bahri (Pon Yaya): Dari Pejuang GAM hingga Ketua Umum KONI Aceh 2025–2029

Abdul Hadi
×

Saiful Bahri (Pon Yaya): Dari Pejuang GAM hingga Ketua Umum KONI Aceh 2025–2029

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh – Nama Saiful Bahri, atau yang lebih dikenal dengan sapaan Pon Yaya, kini kembali menjadi sorotan publik setelah resmi terpilih sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Aceh periode 2025–2029. Ia terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Provinsi Luar Biasa KONI Aceh yang digelar di Banda Aceh, Kamis, 9 Oktober 2025.

Lahir di Gampong Cot Seutuy, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara, pada 17 Juli 1977, Pon Yaya dikenal sebagai sosok tangguh dan berjiwa sosial tinggi. Di masa konflik Aceh, namanya masyhur sebagai salah satu pejuang Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Wilayah Samudera Pasee dengan sandi Tanggy Buloh.

Dalam perjuangan bersenjata itu, Pon Yaya pernah memegang sejumlah posisi penting, mulai dari Pasukan Rimueng Tapa, Komandan Kompi A0015 Daerah II Wilayah Samudera Pasee, hingga Komandan Operasi Daerah II Tgk. Syik di Cot Plieng.

Pada masa konflik, tepatnya Agustus 1999, keluarganya sempat menggelar kenduri kematian selama tujuh hari karena dikabarkan ia telah gugur. Namun takdir berkata lain, sang komandan pasukan Rimueng Tapa ternyata masih hidup dan terus memimpin perjuangan hingga perdamaian Aceh terwujud pada 15 Agustus 2005, melalui penandatanganan MoU Helsinki antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM.

Dari Pejuang ke Pengusaha Dermawan

Pasca damai, Pon Yaya meletakkan senjata dan menapaki jalan baru sebagai pengusaha kelapa sawit. Ia menggandeng rekan-rekan seperjuangan untuk membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Sikap dermawannya dikenal luas. Ia kerap membantu fakir miskin, pembangunan masjid dan dayah, serta berbagai kegiatan sosial dan keagamaan lainnya.

Meniti Karier Politik

Berkat kepedulian dan kedekatannya dengan masyarakat, pada Pemilu 2019 warga Aceh Utara mendorongnya maju sebagai calon legislatif. Ia pun terpilih dengan perolehan suara terbanyak dari Partai Aceh, dan kemudian dilantik sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) pada 13 Mei 2022.

Baca Juga :  Penambahan Empat Batalyon TNI di Aceh Bertentangan dengan Perjanjian Damai RI-GAM

Selama menjabat Ketua DPRA, Pon Yaya menunjukkan perhatian besar terhadap dunia olahraga. Ia aktif mendorong kesiapan Aceh sebagai tuan rumah PON XXI Aceh–Sumut 2024, bahkan beberapa kali melakukan koordinasi langsung ke Jakarta demi memperjuangkan kepentingan Aceh di pentas olahraga nasional.

Berkat kiprah dan dedikasinya, Pon Yaya juga dipercaya menjabat Bendahara Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Aceh periode 2023–2028, di bawah kepemimpinan Muzakir Manaf (Mualem).

Meneruskan Perjuangan di Dunia Olahraga

Terpilihnya Pon Yaya sebagai Ketua Umum KONI Aceh menjadi babak baru dalam perjalanan hidupnya. Dari seorang pejuang di masa konflik, pengusaha sukses, hingga pemimpin lembaga legislatif dan kini penggerak olahraga Aceh.

Dengan semangat persatuan dan kerja keras yang telah tertanam sejak masa perjuangan, Pon Yaya bertekad membawa olahraga Aceh ke level yang lebih tinggi, memperkuat pembinaan atlet, serta menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dan internasional.

“Kini saatnya melanjutkan perjuangan di dunia olahraga. Semangat yang dulu membara di medan juang, harus kita bawa untuk mengharumkan nama Aceh melalui prestasi,” ungkap Pon Yaya dalam sambutannya setelah terpilih secara aklamasi.

Saiful Bahri (Pon Yaya) menjadi cermin perjalanan panjang Aceh: dari perjuangan, perdamaian, hingga pembangunan. Kini, langkahnya berpindah ke arena baru — membangun kejayaan olahraga di Bumi Serambi Mekkah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *