Banda Aceh

Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Berintegritas

Abdul Hadi
×

Kesbangpol Banda Aceh Gelar Sosialisasi Pendidikan Politik untuk Wujudkan Generasi Cerdas dan Berintegritas

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Banda Aceh– Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Banda Aceh menggelar sosialisasi pendidikan politik bertajuk “Membangun Generasi Politik yang Cerdas, Berintegritas, dan Berorientasi pada Kepentingan Publik” di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (23/6/2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 70 warga Kota Banda Aceh dari berbagai kalangan.

Sosialisasi dibuka oleh Staf Ahli Pemerintah Kota Banda Aceh, Dr. Samsul Bahri, M.Si., yang menekankan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan dan tidak hanya dilakukan menjelang pemilu.

“Pendidikan politik harus menjadi proses yang terus berjalan agar masyarakat semakin memahami hak dan kewajibannya dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Senada dengan itu, Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Kesbangpol Kota Banda Aceh, Drs. Nata Kurniawan, MM, menyoroti pentingnya edukasi politik untuk menekan berbagai praktik negatif dalam politik praktis. Menurutnya, pemahaman politik yang baik akan melahirkan partisipasi masyarakat yang lebih berkualitas.

Dalam kegiatan tersebut, sosiolog dan pengamat politik Prof. Dr. Ahmad Humam Hamid, M.A., mengajak generasi muda Aceh untuk tidak menjauhi dunia politik. Ia menilai keterlibatan anak muda sangat diperlukan untuk menghadirkan perubahan positif dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jika anak muda yang baik menjauh, ruang itu akan diisi oleh orang lain. Jangan hanya menjadi komentator, tetapi jadilah bagian dari solusi,” tegasnya.

Ia juga mendorong generasi muda, khususnya Gen Z, untuk memulai kiprah politik dari tingkat akar rumput, seperti menjadi relawan atau aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Sebagai contoh, ia menyinggung keberhasilan Wali Kota New York, Zohran Mamdani, yang membangun kepercayaan publik melalui kehadiran nyata di tengah masyarakat.

Sementara itu, Rektor Suficademic, Said Muniruddin, memberikan perspektif berbeda dengan mengaitkan nilai-nilai spiritual dalam praktik politik. Menurutnya, politik sejatinya merupakan sarana pengabdian untuk menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

Baca Juga :  DWP Diskominfotik Banda Aceh Gelar Arisan Perdana 2026 dan Lepas Sambut Ketua

“Menjadi politisi yang baik adalah menjadi seorang nabi—bekerja melampaui shalat dan puasa, karena ada masyarakat yang harus diurus,” ujarnya di hadapan peserta.

Anggota DPRK Banda Aceh, Syarifah Munirah, S.Ag., yang turut menjadi narasumber, mengingatkan pentingnya menjadi pemilih yang cerdas dengan menentukan pilihan berdasarkan program kerja dan rekam jejak calon, bukan karena hoaks maupun iming-iming materi.

Ia menegaskan bahwa praktik politik uang merupakan ancaman serius bagi demokrasi karena berpotensi melahirkan pemimpin yang tidak amanah dan menghambat pembangunan daerah.

“Masa depan daerah jauh lebih berharga daripada uang sesaat,” katanya.

Selain itu, Syarifah juga mendorong perempuan dan generasi muda untuk berperan aktif dalam mengawal janji-janji politik serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB tersebut mendapat antusiasme tinggi dari para peserta. Melalui sosialisasi ini, Kesbangpol Kota Banda Aceh berharap dapat mendorong lahirnya budaya politik yang santun, kritis, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *