Banda Aceh

Dishub Raih Tiga Penghargaan Pada Anugerah Inovasi Aceh 2025

Abdul Hadi
×

Dishub Raih Tiga Penghargaan Pada Anugerah Inovasi Aceh 2025

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Banda Aceh – Dinas Perhubungan Aceh kembali menorehkan prestasi di tingkat provinsi dengan meraih tiga penghargaan sekaligus pada ajang Anugerah Inovasi Aceh Tahun 2025. Salah satu inovasinya, Aplikasi Trans Koetaradja, bahkan dinobatkan sebagai Inovasi Aceh Terbaik tahun 2025 karena dinilai memberikan kemudahan nyata bagi masyarakat dalam mengakses layanan transportasi publik.

Pada ajang tersebut, Dishub Aceh tercatat memiliki sembilan inovasi, yakni Aplikasi Trans Koetaradja, Vessel, Infokeu, E-Survey, Donorhub, Simpel Link, Sikotakbiru, Serupa, dan Trans Campus. Capaian ini menjadikan Dishub sebagai salah satu perangkat daerah dengan jumlah inovasi terbanyak di lingkungan Pemerintah Aceh.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Plh. Kepala Bappeda Aceh, Zulkifli, mewakili Sekretaris Daerah Aceh. “Seharusnya penyerahan anugerah ini dilakukan langsung oleh Bapak Gubernur pada akhir tahun lalu. Namun karena situasi bencana, kegiatan seremonial ditiadakan dan kami atas nama Pemerintah Aceh mendatangi langsung SKPA penerima. Meski diserahkan secara parsial, penghargaan ini tidak mengurangi maknanya,” ujar Zulkifli.

Dalam Anugerah Inovasi Aceh 2025, Dishub Aceh meraih tiga kategori penghargaan, yang disebut sebagai salah satu capaian terbanyak tahun ini, yakni peringkat kedua sebagai SKPA dengan jumlah inovasi terbanyak, peringkat ketiga kategori SKPA Sangat Inovatif, serta peringkat pertama kategori Inovasi Aceh Terbaik melalui Aplikasi Trans Koetaradja.

Zulkifli berharap inovasi unggulan seperti Trans Koetaradja dapat terus dikembangkan fitur-fiturnya agar semakin memudahkan masyarakat pengguna. Ia menegaskan bahwa penghargaan ini harus menjadi stimulus dan penyemangat bagi seluruh jajaran ASN di Dishub Aceh untuk terus menghadirkan pembaruan pelayanan publik.

“Inovasi itu tidak harus menunggu anggaran. Tanpa anggaran pun harus bisa berinovasi. Sekecil apa pun dampaknya bagi pelayanan publik, itu sangat bermakna,” kata Zulkifli yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh itu.

Baca Juga :  Terima SK PPPK, Pegawai Dishub Aceh Diminta Jaga Integritas dan Responsif Layani Masyarakat

Zulkifli juga menekankan bahwa inovasi kini menjadi bagian penting dalam pengembangan karier aparatur sipil negara. Dalam berbagai pendidikan dan pelatihan ASN, inovasi menjadi salah satu hal yang terus didorong karena berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik.

Menurut Zulkifli, capaian Dishub Aceh turut memperkuat posisi Aceh sebagai daerah yang konsisten melahirkan inovasi. Zulkifli juga menyebutkan bahwa secara nasional, pada tahun 2023, Provinsi Aceh berada pada peringkat ke-13 dalam hal Indeks Inovasi Daerah. Sementara di tahun 2024, Pemerintah Aceh kembali meraih penghargaan sebagai salah satu daerah dengan predikat Sangat Inovatif. Capaian tersebut menunjukkan bahwa perangkat daerah di Aceh terus bergerak menghadirkan pembaruan layanan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Aceh, T. Faisal, ST, MT, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Pemerintah Aceh. Ia menyampaikan bahwa penghargaan ini menjadi pelecut semangat bagi Dishub Aceh untuk terus melahirkan inovasi-inovasi unggulan.
T. Faisal berharap inovasi tidak lagi sekadar program sesaat, tetapi menjadi budaya kerja ASN Dishub di semua lini layanan, mulai dari pelabuhan, terminal, hingga operasional Trans Koetaradja, sehingga citra pelayanan Pemerintah Aceh terus meningkat dari tahun ke tahun.

“Kami mendorong agar inovasi menjadi budaya di lingkungan ASN Dishub Aceh. Caranya adalah dengan menyiapkan kanal-kanal dan memberikan tantangan agar ASN Dishub untuk berinovasi. Dimulai dari hal kecil yang mungkin terlihat sepele, tapi bagi kami sangat penting dalam pelayanan publik,” ujar Faisal.

Faisal mengakui, sebelumnya banyak inovasi di lingkungan Dishub yang belum terdokumentasi dengan baik. Kini, manajemen inovasi terus dibenahi agar setiap gagasan, sekecil apa pun, dapat dicatat, dikembangkan, dan diakui secara formal. “Kami terus memperbaiki manajemen inovasi agar lahir inovasi-inovasi baru yang lebih terarah,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *