Pidie Jaya – Sebanyak 35 relawan dari Gampong Doy Ulee Kareng, Banda Aceh, turun langsung menguras lumpur tebal yang menggenangi MTsN 2 Pidie Jaya pascabanjir beberapa waktu lalu. Namun, upaya tersebut ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Meski bekerja tanpa henti sejak pagi hingga sore, dalam satu hari para relawan hanya mampu membersihkan dua ruang kelas dari endapan lumpur yang tebal. Sementara itu, ruang musala sekolah yang posisinya lebih tinggi diperkirakan membutuhkan waktu hingga dua hari untuk dapat dibersihkan secara maksimal.
Aksi kemanusiaan ini dipimpin langsung oleh Dr. Bustami Abubakar bersama Keuchik Gampong Doy, Fajrisyah. Keduanya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi sekolah yang terdampak parah, serta keterbatasan tenaga dan peralatan yang membuat proses pembersihan berjalan lambat.
“Kami sudah berupaya semaksimal mungkin, namun lumpur yang sangat tebal membuat pekerjaan ini tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat,” ujar Dr. Bustami Abubakar di sela kegiatan.
Kepala MTsN 2 Pidie Jaya, Dr. Erianti, S.Ag., M.Pd., yang turut memantau langsung kegiatan tersebut, mengungkapkan bahwa hampir seluruh ruangan sekolah dipenuhi lumpur dan sebagian besar peralatan belajar mengajar mengalami kerusakan parah.
“Selain ruangan kelas, fasilitas sekolah juga banyak yang hancur. Namun demikian, proses pembelajaran akan segera kami laksanakan secara darurat dengan segala keterbatasan yang ada,” kata Dr. Erianti.
MTsN 2 Pidie Jaya merupakan sekolah model dengan 24 rombongan belajar (rombel) dan memiliki sekitar 600 siswa.
Sementara itu, mantan Bupati Pidie Jaya, Dr. Salman Ishak, M.Si., yang turut hadir menyaksikan langsung aksi para relawan, memberikan apresiasi dan penghargaan atas kepedulian relawan dari Gampong Doy Ulee Kareng.
Menurutnya, kehadiran relawan dari gampong-gampong, baik dari wilayah sekitar maupun luar daerah terdampak, sangat membantu meringankan beban masyarakat dan institusi pendidikan yang tertimpa musibah banjir.
“Kepedulian dan gotong royong seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam situasi bencana. Saya berharap partisipasi relawan dari gampong-gampong lain juga terus mengalir,” pinta Dr. Salman Ishak yang juga menjabat sebagai Ketua MPD Kota Banda Aceh.





