Aktualnews.net I Pidie Jaya — Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya meresmikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Meureudu yang berlokasi di Desa Brawang, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, pada hari ini. Dapur MBG tersebut sebelumnya beroperasi di Desa Masjid Tuha, salah satu wilayah yang terdampak paling parah akibat banjir besar Pidie Jaya dua bulan lalu.
Pemindahan sekaligus pengaktifan kembali dapur ini menjadi simbol kebangkitan pascabanjir serta wujud komitmen dalam menyediakan makanan bergizi gratis bagi masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Peresmian dapur dihadiri langsung oleh Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi, didampingi Asisten I Said Abdullah, Pembina Yayasan Pionier Nusantara H. Zakaria, SP, Kapolres Pidie Jaya, Camat Meureudu, anggota DPRK Pidie Jaya Ayah Yusri, jajaran perangkat desa, serta Kepala Dinas Kesehatan Pidie Jaya.
Dalam sambutannya, Bupati Sibral Malasyi menyambut positif Program Makan Bergizi Gratis yang merupakan bagian dari program nasional Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, program tersebut memberikan dampak nyata bagi daerah, tidak hanya dari sisi peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, tetapi juga dalam menciptakan lapangan kerja.
“Setiap dapur mampu menyerap hingga 50 tenaga kerja. Saat ini di Pidie Jaya telah beroperasi 17 dapur MBG yang produktif dan telah menyerap sekitar 800 tenaga kerja dengan berbagai keahlian,” ujar Bupati.
Sementara itu, H. Zakaria selaku Pembina Yayasan Pionier Nusantara menjelaskan bahwa Dapur MBG Meureudu merupakan dapur kedua yang beroperasi di Kabupaten Pidie Jaya. Sebelumnya, dapur MBG telah dibangun dan beroperasi di Tring Gadeng, Desa Sagoe.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Pidie Jaya juga menyampaikan apresiasi atas koordinasi yang solid antara yayasan pelaksana dan Pemerintah Daerah, khususnya peran Mustafa Kamal selaku Koordinator Regional (Kareg). Secara keseluruhan di wilayah Aceh, dapur MBG yang telah beroperasi mencapai lebih dari 500 dapur, dengan sekitar 400 dapur lainnya dalam tahap persiapan.
Bupati menilai peran Kareg sangat krusial sebagai penanggung jawab teknis, terutama dalam memastikan setiap dapur memenuhi standarisasi Badan Gizi Nasional (BGN). Ia juga mengapresiasi dedikasi Kareg Mustafa Kamal yang tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan, termasuk saat bencana terjadi, ketika komunikasi sempat terputus akibat pemadaman listrik serta kondisi medan yang sulit di wilayah Gayo Lues dan Aceh Tenggara, ditambah keterbatasan jumlah tim kerja di lapangan.
Selain itu, Bupati turut menyampaikan penghargaan khusus kepada Ir H Zakaria AG atas kontribusinya di bidang pendidikan melalui bantuan 200 set meja dan kursi belajar untuk sekolah tingkat SD dan SMP. Apresiasi juga disampaikan kepada Bank Syariah Indonesia (BSI) yang telah menyalurkan 8.000 kotak makanan siap saji. Makanan tersebut dimasak langsung di Dapur MBG atau Dapur Pionier, kemudian didistribusikan kepada para pengungsi yang masih berada di dua pos pengungsian di wilayah Pidie Jaya.
Peresmian Dapur MBG Meureudu diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam pemulihan pascabencana, peningkatan status gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan tenaga kerja setempat.





