Bireun – Sejumlah jembatan penghubung antar kecamatan di Kabupaten Bireuen dilaporkan hancur akibat bencana yang melanda wilayah tersebut. Kondisi ini menyebabkan ribuan warga terisolir dan arus kendaraan menuju Sumatera Utara maupun Aceh wilayah timur terhenti total.
Jembatan Pante Lhong–Kubu, yang menjadi akses vital penghubung Kecamatan Peusangan dengan Kecamatan Peusangan Siblah Krueng sekaligus jalur alternatif menuju Kabupaten Aceh Utara, dilaporkan hancur total.
Hal serupa juga terjadi pada Jembatan Suak di Desa Darul Aman, Kecamatan Peusangan Selatan. Jembatan ini merupakan jalur penting menuju Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen. Akibat kerusakan total tersebut, enam desa kini terisolir, yaitu Desa Darul Aman, Suak, Tanjung Berisi, Darussalam, Pulo Harapan, dan Teupin Mane. Diperkirakan sekitar 5.000 kepala keluarga terdampak dan tidak dapat mengakses wilayah luar.
Sementara itu, Jembatan Teupin Reudep, yang menghubungkan Kecamatan Peusangan Selatan dan Peusangan Siblah Krueng serta menjadi jalur alternatif menuju Aceh Utara, mengalami rusak berat pada bagian kepala jembatan. Meski demikian, lokasi tersebut masih memungkinkan untuk dilakukan tanggap darurat.
Kondisi semakin parah dengan putusnya jalur utama menuju Sumatera Utara. Ribuan pengguna jalan dari berbagai daerah terpaksa tertahan di Kecamatan Peusangan dan sekitarnya karena Jembatan di Kecamatan Kuta Blang, yang merupakan jalur utama lintas provinsi, juga mengalami kerusakan berat pada bagian kepala jembatan.
Di sisi lain, para pengungsi kini tersebar di hampir seluruh desa dalam wilayah Kecamatan Peusangan. Banyak di antara mereka dilaporkan mulai mengalami sakit serta kekurangan pasokan sembako.
Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan pendataan dan menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat untuk membuka kembali akses dan memberikan bantuan kepada masyarakat terdampak.





