Opini

SAVE SUMATERA: Jeritan dari Korban yang Terlupakan

Abdul Hadi
×

SAVE SUMATERA: Jeritan dari Korban yang Terlupakan

Sebarkan artikel ini

Bencana demi bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir, longsor, serta kerusakan infrastruktur telah merenggut rasa aman ribuan warga. Namun hingga hari ini, tragedi kemanusiaan itu belum juga ditetapkan sebagai Bencana Nasional.

Di balik data dan laporan resmi, masih ada wajah-wajah lelah yang berjuang bertahan hidup. Korban bencana di sejumlah wilayah masih kesulitan mendapatkan bahan makanan, obat-obatan, dan air bersih. Bahkan, tidak sedikit yang sama sekali belum tersentuh bantuan.

Yang lebih memilukan, di tengah kondisi darurat ini, muncul kesan bahwa harga diri dan gengsi kekuasaan justru lebih diutamakan daripada keselamatan rakyat. Bantuan dari pihak luar ditolak dengan alasan “negara mampu mengatasi.” Namun, ketika berhadapan langsung dengan rakyat yang menjadi korban, yang terdengar justru kalimat, “Mohon bersabar, kami tidak punya tongkat Nabi Musa.”

Ironi ini terasa pahit. Karena memang, para penguasa bukan nabi. Maka tak perlu bersikap seolah tak tersentuh kritik. Ketika bantuan terhambat dan rakyat dibiarkan menunggu dalam lapar dan sakit, kelalaian itu berubah menjadi dosa kemanusiaan.

Saya hanyalah warga sipil biasa. Tidak punya kekuasaan, tidak punya jabatan. Yang saya miliki hanyalah kepedulian dan suara. Melalui ajakan sederhana ini, saya mengundang saudara-saudara yang masih memiliki nurani untuk bersama-sama menyuarakan satu tuntutan kemanusiaan:

Tetapkan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebagai BENCANA NASIONAL.

Lewat flyer SAVE SUMATERA #TETAPKANBENCANANASIONAL, ini bukan soal politik, bukan soal pencitraan, melainkan soal nyawa manusia. Soal anak-anak yang tidur lapar, orang tua yang menahan sakit tanpa obat, dan keluarga yang kehilangan segalanya.

Semoga, dengan izin Tuhan, upaya kecil ini mampu melunakkan hati para penguasa negeri agar kembali berpihak pada rakyatnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Resmikan Instalasi Rehabilitasi Terpadu Kuta Malaka, Harapan Baru bagi Penyintas Kesehatan ODGJ

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, ubahlah dengan lisannya. Jika tidak mampu, maka ingkarilah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *