Aktualnews.net I Banda Aceh – Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) mulai melaksanakan sensus Barang Milik Daerah (BMD) sebagai bagian dari upaya penataan dan pembenahan tata kelola aset rumah sakit.
Kegiatan tersebut diawali dengan rapat bersama tim sensus dan unit kerja terkait. Rapat dipimpin Wakil Direktur RSUDZA yang mewakili Direktur RSUDZA, Teuku Hendra Faisal.
Teuku Hendra Faisal mengatakan, sensus BMD merupakan momentum penting untuk memastikan seluruh barang milik pemerintah yang berada di lingkungan RSUDZA tercatat, terverifikasi, serta dimanfaatkan secara optimal.
“Pendataan aset tidak boleh berhenti pada aspek administratif. Sensus harus mampu memberikan gambaran yang sebenarnya mengenai jumlah, keberadaan, kondisi, lokasi, serta pemanfaatan aset yang dimiliki RSUDZA,” kata Teuku Hendra Faisal kepada Acehstandar.com, Kamis (3/9/2026) pagi.
Menurutnya, pelaksanaan sensus melibatkan seluruh unit kerja hingga tingkat satuan kerja. Pendataan mencakup berbagai jenis aset, mulai dari gedung, kendaraan operasional, ambulans, peralatan kesehatan, hingga barang lainnya yang berada di lingkungan rumah sakit.
Ia menyebutkan, peralatan kesehatan menjadi salah satu objek yang membutuhkan perhatian khusus karena memiliki karakteristik tersendiri.
“Pada prinsipnya kami memiliki kekhususan karena alat-alat kesehatan yang ada di rumah sakit mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, sensus ini harus dilakukan dengan tepat sehingga tidak menimbulkan persoalan dalam pemanfaatan maupun tindak lanjut penghapusannya,” ujarnya.
Teuku Hendra menambahkan, pembaruan data diperlukan karena kondisi dan pemanfaatan aset dapat berubah, meskipun secara administratif masih tercatat dalam sistem.
“Barang-barang yang tercatat di dalam sistem perlu dilihat kembali. Jangan sampai secara administrasi masih tercatat, tetapi barangnya sudah tidak ada, tidak digunakan, atau peruntukannya sudah berubah,” katanya.
Hasil sensus nantinya akan menjadi dasar bagi manajemen dalam menentukan kebijakan terhadap masing-masing aset. Barang yang masih layak akan dioptimalkan pemanfaatannya, sementara aset yang membutuhkan perbaikan akan dievaluasi untuk ditindaklanjuti.
Adapun barang yang mengalami kerusakan berat, tidak produktif, atau tidak lagi dibutuhkan dapat diusulkan untuk dihapus sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.
Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), RSUDZA memiliki karakteristik tersendiri dalam pengelolaan aset. Namun, status tersebut tidak menghilangkan kewajiban untuk memastikan pengelolaan BMD tetap tertib, transparan, dan sesuai dengan regulasi.
Salah satu aset yang mendapat perhatian khusus dalam sensus adalah kendaraan operasional, terutama ambulans. Kendaraan tersebut berkaitan langsung dengan pelayanan dan mobilisasi pasien sehingga kondisi dan tingkat pemanfaatannya perlu dipastikan.
“Mobil-mobil ambulans ini penting. Kita harus memastikan berapa jumlahnya, bagaimana kondisinya, apakah masih digunakan dan apakah masih mampu mendukung pelayanan,” ujarnya.
Data kendaraan tersebut juga akan menjadi bahan evaluasi kebutuhan operasional rumah sakit. Jika ditemukan kendaraan yang sudah tidak layak atau tidak ekonomis untuk dipertahankan, proses penghapusan dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain untuk penataan aset, hasil sensus BMD juga akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan kebutuhan anggaran RSUDZA tahun 2027. Dengan data aset yang valid, perencanaan pengadaan dan pemeliharaan diharapkan dapat disusun berdasarkan kebutuhan serta kondisi riil di lapangan.
Manajemen RSUDZA meminta seluruh unit kerja mendukung pelaksanaan sensus dengan mengisi formulir pendataan dan melengkapi dokumen yang diperlukan.
Tim sensus juga membuka ruang diskusi dengan masing-masing Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) apabila terdapat kendala dalam proses pengisian maupun verifikasi data.
“Kita ingin mengetahui persoalan di masing-masing KPA. Ada beberapa dinas atau unit yang mungkin masih belum memahami pengisian formulir. Karena itu, kita lakukan diskusi dan sharing agar proses sensus dapat berjalan seragam,” jelasnya.
Manajemen berharap pelaksanaan sensus BMD dapat menjadi bagian dari momentum pembenahan RSUDZA. Data aset yang valid diharapkan tidak hanya memperkuat tertib administrasi, tetapi juga meningkatkan efisiensi pengelolaan barang dan mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Ini momentum perubahan. Kami berharap sensus ini tidak sekadar menjadi kegiatan administratif, tetapi benar-benar menghasilkan data aset yang valid sehingga dapat mendukung pelayanan rumah sakit,” pungkasnya.





