Aceh Besar – Rektor Universitas Iskandar Muda (Unida) Prof. Dr. Syafei Ibrahim mengingatkan mahasiswa yang menempuh pendidikan di Kampus Alam Lamteuba, Aceh Besar, agar selalu menjaga nama baik almamater.
“Tidak ada perbedaan capaian kurikulum antara kampus induk dengan kampus pengembangan di Lamteuba. Karena itu, mahasiswa dituntut tetap belajar serius agar kualitas akademik dapat dipertahankan,” ujar Prof. Syafei di hadapan mahasiswa baru, Rabu 8/10/2025.
Selain itu, ia mendorong mahasiswa membentuk sanggar seni dan wadah pelestarian kearifan lokal. Menurutnya, kegiatan tersebut akan memberi ruang bagi mahasiswa untuk tampil dalam berbagai even penting, baik di dalam maupun luar negeri. “Mahasiswa juga harus menjaga karakter Islami dan nilai-nilai keacehan,” tambahnya.
Kampus Alam Lamteuba yang berada di lereng Gunung Seulawah saat ini menampung 157 mahasiswa dari tujuh program studi, antara lain Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi, Pembangunan Sosial, PGSD, dan Agroteknologi. Sementara mahasiswa baru tahun akademik 2025 memilih program studi Perbankan Syariah dan Hukum Keluarga Islam.
Wakil Rektor III Unida, Dr. Bustamam Ali, menjelaskan kampus seluas 30 hektare tersebut telah memiliki ruang kuliah permanen, asrama mahasiswa boarding, pesantren Iskandarmuda, serta Balai Latihan Komunitas (BLK) untuk pengolahan hasil pertanian. Selain itu, mahasiswa juga dilibatkan dalam pengelolaan peternakan sapi, budidaya ikan air tawar, serta lahan pertanian.
“Alumni angkatan pertama sudah diwisuda sebanyak 10 orang yang berasal dari Simeulue. Tahun ini, sejumlah mahasiswa juga mengikuti Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), bahkan 10 orang di antaranya berkesempatan KKM di luar negeri bersama mahasiswa kampus induk, yakni di Thailand Selatan dan Gampong Aceh Yan, Kedah, Malaysia,” ungkap Bustamam.





