Aceh Besar

Masyarakat Seulimeum, Kecam Penulis Opini Kontroversial

Abdul Hadi
×

Masyarakat Seulimeum, Kecam Penulis Opini Kontroversial

Sebarkan artikel ini

Aceh Besar – Masyarakat menyatakan keberatan atas opini yang ditulis oleh Muhammad Aufa Alwan dengan judul “Kanibalisme Politik Ala Marcopolo dan Cawan Ie Jok Masam Seulimeum”.

Tulisan tersebut dinilai menyinggung masyarakat Seulimeum dengan kata-kata yang tidak bijaksana. Warga mendesak penulis untuk memberikan klarifikasi dan meminta maaf secara terbuka.

Fahri, salah seorang warga Seulimeum, menegaskan bahwa opini tersebut telah meresahkan masyarakat dan menciptakan kesalahpahaman.

“Kami berharap saudara Aufa Alwan meminta maaf kepada masyarakat Seulimeum karena tulisan tersebut telah menyinggung dan membuat warga merasa tidak nyaman,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (19/1/2025).

Sementara itu, Amrizal, warga Seulimeum lainnya, mengecam keras tulisan tersebut. Ia menilai opini itu mencederai semangat persaudaraan.

“Menurut saya, masyarakat Seulimeum tidak mempermasalahkan siapa pun yang menjabat sebagai Sekda. Kami menghormati keputusan pimpinan, termasuk ketika Bupati Aceh Besar saat itu, Mawardi Ali, memilih Drs. Sulaimi sebagai Sekda,” jelas Amrizal.

Ia juga menjelaskan bahwa pada saat pemilihan Sekda di masa pemerintahan Mawardi Ali, terdapat tiga calon, yaitu Sulaimi, Jamaludin, dan Bahrul Jamil.

Meski mengetahui bahwa Sulaimi, yang merupakan ayah dari penulis opini tersebut, tidak memenuhi syarat dari segi senioritas, masyarakat Seulimeum tetap tidak mempermasalahkan keputusan tersebut.

“Kami tidak pernah memprotes meskipun kami tahu Sulaimi adalah sosok yang mendukung suksesnya kampanye Mawardi Ali,” tambahnya.

Amrizal menambahkan bahwa tulisan tersebut menciptakan narasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ia juga menegaskan bahwa masyarakat Seulimeum tidak terlibat dalam konflik terkait jabatan di pemerintahan.

“Kami hanya ingin menjaga kedamaian di Seulimeum. Tidak perlu ada pihak yang menyeret nama masyarakat kami dalam isu seperti ini,” ujarnya.

Masyarakat mendesak penulis untuk segera menjelaskan maksud dari istilah “Kanibalisme Politik Ala Marcopolo” dan “Cawan Ie Jok Masam Seulimeum” yang digunakan dalam opininya.

Baca Juga :  Program Bank Aceh Peduli Memberikan Manfaat Bagi Masyarakat dan Lingkungan

Selain itu, mereka meminta agar pihak media online agar lebih berhati-hati dalam memuat tulisan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Muhammad Aufa Alwan terkait tuntutan dan somasi dari masyarakat Seulimeum. Pesan WhatApps yang dikirim belum terbalas hingga berita ini diunggah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *