Banda Aceh

Lambaro Skep Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Semangka

AktualNews
×

Lambaro Skep Wujudkan Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Semangka

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh – Gampong Lambaro Skep, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, mencatat sejarah baru dengan sukses menggelar Panen Raya Semangka.

Acara ini dipimpin oleh Pj Keuchik Lambaro Skep, Zamzami, yang sekaligus memperkenalkan hasil panen semangka berbiji dan tanpa biji dari lahan seluas setengah hektare. Jum’at, 14/2/2025.

Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Kuta Alam, Kasi PMD, Kasi Trantib, Pendamping Desa, dan para Keuchik dari wilayah ASOKULAM. Para tamu yang hadir disambut dengan hidangan buah semangka segar langsung dari kebun, memberikan kesan alami di tengah kawasan perkotaan.

Dalam sambutannya, Zamzami menjelaskan bahwa budidaya semangka ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan berbasis Dana Desa (DDS) senilai Rp 35 juta. Dana tersebut digunakan untuk membersihkan lahan, membangun pematang, membeli plastik mulsa, bibit, pupuk, dan peralatan pendukung lainnya.

Dari program ini, lahan setengah hektare mampu menghasilkan sekitar lima ton semangka, dengan berat rata-rata per buah mencapai 5-6 kg. Masa panen dicapai hanya dalam waktu dua bulan.

“Kami sangat bersyukur atas kerja keras kelompok tani yang telah mengelola kebun ini dengan baik. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa program ketahanan pangan berbasis nabati dapat dikembangkan, bahkan di tengah lingkungan perkotaan.

Kami berkomitmen untuk meningkatkan program ini dan akan menyerahkan pengelolaannya kepada Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) agar lebih profesional dan berkelanjutan,” ungkap Zamzami.

Ketua ASOKULAM, Alta Zaini, memberikan apresiasi atas keberhasilan ini. Menurutnya, Lambaro Skep telah membuktikan bahwa keterbatasan lahan di kawasan perkotaan bukan menjadi halangan untuk mengembangkan ketahanan pangan.

“Melihat hamparan kebun semangka di Lambaro Skep, kita seperti dibawa ke suasana pedesaan. Ini membuktikan bahwa gampong di wilayah perkotaan juga mampu mandiri pangan.

Saya berharap semangat ini bisa ditiru oleh gampong-gampong lain di Kota Banda Aceh. Dengan kerja sama dan kesungguhan, kita pasti bisa mewujudkan ketahanan pangan di berbagai sektor,” ujar Alta Zaini, yang juga menjabat sebagai Ketua APDESI/ASKEBA Kota Banda Aceh.

Panen Raya ini menjadi bukti konkret bahwa pemanfaatan Dana Desa untuk program ketahanan pangan, sesuai dengan Keputusan Menteri Desa Nomor 3 Tahun 2025, dapat memberikan hasil nyata.

Keberhasilan Lambaro Skep diharapkan menjadi inspirasi bagi gampong-gampong lain untuk terus berinovasi dan menjaga ketahanan pangan, baik dari sektor nabati maupun hewani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *