Bener Meriah

Kondisi Makin Memprihatinkan, Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Mulai Kelaparan

Abdul Hadi
×

Kondisi Makin Memprihatinkan, Warga Bener Meriah dan Aceh Tengah Mulai Kelaparan

Sebarkan artikel ini

Bener Meriah — Derita masyarakat di wilayah tengah Aceh, khususnya Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah, makin memilukan. Banjir dan longsor yang melanda sejak beberapa hari terakhir membuat akses terputus total, persediaan bahan makanan menipis, hingga sebagian warga mulai kesulitan mendapatkan makanan.

Listrik padam, pasokan BBM tidak tersedia, sementara gas untuk memasak juga habis. Kondisi ini membuat masyarakat di dua kabupaten tersebut hanya mampu memakan apa pun yang masih tersedia di rumah. Situasi di lapangan digambarkan warga sebagai yang paling berat sejak bencana besar terakhir melanda Aceh.

Abon Usman merupakan pengurus PMI Kota Banda Aceh, saat kejadian musibah bencana dirinya bersama rekan – rekannya sedang mengikuti Musprov PMI Aceh di Aceh Tengah. Abon salah satu saksi mata yang merasakan langsung betapa gentingnya keadaan. Ia menyampaikan, jalan nasional Banda Aceh–Takengon lumpuh total. Bersama beberapa rekannya, Abon terpaksa berjalan kaki menempuh medan ekstrem, mendaki gunung, menuruni lembah, hingga melintasi sungai demi keluar dari daerah terisolasi tersebut.

“Kami berjalan dari Bener Meriah sampai ke Bireuen. Kondisinya sangat sulit, masyarakat mulai kelaparan. Bahan pokok habis, listrik padam, BBM tidak ada. Kami benar-benar melihat sendiri bagaimana warga bertahan hidup dengan apa yang ada,” tutur Abon.

Ia berharap pemerintah Aceh, pemerintah pusat, dan para dermawan segera mengambil langkah cepat untuk membantu warga Aceh Tengah dan Bener Meriah, mengingat akses menuju wilayah tersebut putus total dan situasinya semakin mengkhawatirkan.

Abon bahkan menyamakan situasi yang ia lihat dengan bencana besar 2004 silam. “Banjir dan longsor yang terjadi di Aceh kali ini terasa seperti tsunami kecil. Dampaknya traumatis bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Aceh Mualem Terima Silaturahmi Kapolda Baru

Warga di dua kabupaten itu kini menunggu bantuan yang bisa segera masuk melalui jalur udara atau rute alternatif lain yang masih memungkinkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *