AktualNews.net | Aceh Besar – Musim kemarau panjang masih melanda berbagai wilayah di Aceh Besar, menyebabkan beberapa sumur warga mulai mengering dan kebutuhan air bersih semakin berkurang.
Menurut situs BMKG, prakiraan cuaca di daerah Aceh Besar hingga hari ini (01/08/24) masih berstatus berawan hingga berawan tebal.
Kondisi kemarau ini telah menyebabkan penurunan kadar air yang bersumber dari Mata Ie Aceh Besar.

Menanggapi situasi ini, AktualNews.net menghubungi pihak PDAM Tirta Mountala untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Melalui sambungan telepon, Tajuddin, Staf Hubungan Langganan sekaligus Penanggung Jawab Penyuplaian Air PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, mengungkapkan bahwa sejak 26/07/24, sumber air bersih Mata Ie yang dikelola oleh PDAM Tirta Mountala hampir mengalami kekeringan total.
“Di waktu normal, Pompa Intake beroperasi dengan 6 unit, mendistribusikan air sebanyak 60 liter/detik (1 LPA). Namun, karena musim kemarau, kini kami hanya bisa mengoperasikan 3 unit secara bergiliran dan harus dimatikan selama 5 jam,” ungkap Tajuddin.

Tajuddin juga menambahkan bahwa jadwal operasi unit mulai dari jam 5 pagi hingga jam 8 pagi dengan kapasitas 40 liter/detik, kemudian dari jam 8 pagi hingga jam 10 pagi dengan kapasitas 20 liter/detik. Sedangkan dari jam 10 pagi hingga jam 4 sore, dan dari jam 10 malam hingga jam 5 pagi, unit harus dimatikan untuk pengisian air bersih ke bak penampungan di tempat-tempat umum.
Di sisi lain, PDAM Tirta Mountala di bawah kepemimpinan Ir. Sulaiman, M.Si.,terus berupaya mendistribusikan air bersih kepada masyarakat di beberapa kecamatan, seperti Darul Imarah, Lhoknga, dan Peukan Bada.

Baru-baru ini, PDAM Tirta Mountala melakukan pendistribusian air bersih di Pola Permai Lam Hasan Peukan Bada, Meunasah Lam Bheu Darul Imarah, dan Desa Tanjong Lhoknga. Pendistribusian air di tiga kecamatan ini menggunakan mobil tangki yang mampu mencapai 40.000 hingga 50.000 liter per hari.
Langkah-langkah ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Besar ditengah kondisi musim kemarau yang melanda.





