Bireuen

Kejati Aceh Gelar Program “Jaksa Masuk Dayah” Ratusan Santri Antusias Ikuti Penyuluhan Hukum dan Edukasi Keuangan

Abdul Hadi
×

Kejati Aceh Gelar Program “Jaksa Masuk Dayah” Ratusan Santri Antusias Ikuti Penyuluhan Hukum dan Edukasi Keuangan

Sebarkan artikel ini

Bireuen — Komitmen Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh dalam membangun kesadaran hukum di kalangan generasi muda kembali diwujudkan melalui program strategis “Jaksa Masuk Dayah”. Kegiatan tersebut berlangsung di Dayah YPI Darussa’adah Cabang II Cot Tarom, Kabupaten Bireuen, Kamis (20/11/2025), dan diikuti ratusan santri dengan antusias.

Program ini turut melibatkan Dinas Pendidikan Dayah Provinsi Aceh dan Bank Aceh Syariah Cabang Bireuen, sebagai upaya mengintegrasikan pendidikan agama dengan pengetahuan umum, khususnya terkait hukum dan literasi keuangan.

Acara dibuka oleh Pimpinan Dayah YPI Darussa’adah Cabang II Cot Tarom, Tgk Muhammad Ishaq, yang menyampaikan apresiasi kepada Kejati Aceh dan seluruh unsur terkait atas penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Para santri tidak hanya dididik memperdalam ilmu agama, tetapi juga dibekali akhlak mulia serta pengetahuan umum tentang kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang taat hukum. Kami berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberi manfaat besar bagi para santri,” ujarnya.

Dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Sekretaris Dinas, Muhsin, S.Pd.I, M.Pd.I, turut memberikan materi mengenai peran strategis dayah dalam mencetak generasi penerus bangsa. Ia menjelaskan tugas dan fungsi dinasnya, mulai dari perumusan kebijakan teknis, pembinaan, fasilitasi hingga pengawasan mutu dayah.
“Harapan kami terciptanya dayah yang berkualitas, mandiri secara ekonomi, dan mampu melahirkan generasi berkarakter,” tegasnya.

Muhsin juga mengingatkan para santri untuk menjaga etika pergaulan dan tidak melakukan tindakan perundungan.
“Tolong jangan ada pembullyan di dayah. Jangan jadikan kekurangan teman sebagai bahan ejekan,” pesannya.

Sementara itu, perwakilan Bank Aceh Cabang Bireuen, Cut Hendrayani, memberikan edukasi mengenai inklusi keuangan. Ia menjelaskan peran perbankan sebagai lembaga penghimpun dan penyalur dana masyarakat, serta memperkenalkan produk-produk layanan syariah, termasuk Tabungan SimPel iB yang diperuntukkan bagi pelajar guna menumbuhkan budaya menabung sejak dini.

Baca Juga :  UNIDA Lepas 268 Mahasiswa KKM di Kecamatan Lhoknga dan Luar Negeri

Sebagai pemateri inti, Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Aceh, Ali Rasab Lubis, S.H., menerangkan dasar-dasar hukum serta peran Kejaksaan dalam penegakan keadilan. Ia menegaskan bahwa hukum adalah aturan yang bersifat memaksa dan memiliki sanksi bila dilanggar.
“Program Jaksa Masuk Dayah bertujuan meningkatkan kesadaran hukum para santri serta menambah wawasan mengenai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” jelasnya.

Ali Rasab juga memperingatkan para santri mengenai konsekuensi hukum atas kenakalan remaja di media sosial, terutama tindakan bullying dan pencemaran nama baik. Ia menegaskan bahwa kedua perbuatan tersebut diatur dalam Undang-Undang ITE dan dapat berujung pada pidana penjara.

Kegiatan kolaboratif yang berakhir pukul 12.00 WIB ini merupakan bagian dari fungsi Kejaksaan dalam meningkatkan kesadaran hukum masyarakat. Diharapkan program tersebut dapat melahirkan generasi santri yang berkarakter, taat hukum, dan memiliki literasi keuangan yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *