Banda Aceh

Wali Kota Banda Aceh Lantik Muhammad Zubir sebagai Kepala Diskominfotik

Abdul Hadi
×

Wali Kota Banda Aceh Lantik Muhammad Zubir sebagai Kepala Diskominfotik

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Saaduddin Djamal, resmi pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan lima pejabat pimpinan tinggi pratama (eselon II) di lingkungan Pemerintah Kota Banda Aceh, salah satunya
Ir. Muhammad Zubir, S.Si.T., M.Si sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kota Banda Aceh, Senin, 20 April 2026.

Sebelumnya, Muhammad Zubir menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfotik. Pelantikan berlangsung khidmat di Aula Lantai IV Gedung Mawardi Nurdin dan dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, para asisten, serta sejumlah kepala perangkat daerah.

Dalam arahannya, Illiza menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar hasil penunjukan, melainkan melalui proses seleksi terbuka yang mengedepankan kompetensi dan integritas. Hal tersebut, menurutnya, menjadi dasar legitimasi sekaligus membawa ekspektasi besar yang harus dijawab dengan kinerja nyata.

“Di titik ini, saudara tidak lagi hanya menjalankan, tetapi juga menentukan. Keputusan yang diambil akan memengaruhi kualitas pelayanan, efektivitas pembangunan, dan kepercayaan publik,” ujar Illiza.

Ia menambahkan, tantangan birokrasi saat ini terletak pada konsistensi pelaksanaan program, kecepatan merespons, serta kemampuan bekerja secara terpadu. Masyarakat, kata dia, menilai pemerintah dari pelayanan yang dirasakan, bukan sekadar dokumen perencanaan.

Dalam konteks tersebut, Pemerintah Kota Banda Aceh terus mendorong terwujudnya konsep “Kota Kolaborasi”, di mana seluruh perangkat daerah bekerja secara sinergis dan saling terhubung. “Tidak ada lagi ruang untuk bekerja sendiri-sendiri. Yang kita butuhkan adalah sinergi nyata,” tegasnya.

Illiza juga menyoroti pentingnya peran pejabat di sektor-sektor strategis, mulai dari pelayanan publik, pembangunan, ekonomi, hingga sosial dan tata kelola pemerintahan. Ia menekankan kecepatan layanan, kualitas pembangunan berkelanjutan, pertumbuhan ekonomi yang dirasakan masyarakat, serta integritas dalam pemerintahan.

Baca Juga :  Illiza: Kita Ingin Pastikan Pelayanan Air Bersih Berjalan Lancar

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa jabatan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, bukan sekadar penghargaan. Amanah tersebut akan diuji oleh berbagai tantangan, termasuk tekanan dan keterbatasan.

Sebagai kota yang memiliki kekhasan nilai syariat Islam, Illiza menegaskan bahwa prinsip kejujuran, keadilan, dan tanggung jawab harus tercermin dalam setiap kebijakan dan tindakan.

“Kota ini tidak menunggu kita siap, tetapi menuntut kita untuk bekerja. Masa depan Banda Aceh ditentukan oleh kemampuan kita untuk berjalan bersama dan saling menguatkan,” pungkasnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *