AKTUALNEWS.NET | ACEH UTARA – Bappeda Aceh melalui Bidang Penelitian dan Pengembangan melaksanakan Focus Discusion Group (FGD), Kajian Efektivitas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Aceh bertempat di ruang rapat Bappeda Kabupaten Aceh Utara selasa (29/8/2023).
Peserta yang hadir unsur dari SKPK Kabupaten Aceh Utara, Bappeda Kabupaten Aceh Utara, Dinas Perikanan Kabupaten Aceh Utara, Dinas Sosial Kabupaten Aceh Utara, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Aceh Utara, Dinas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong Kabupaten Aceh Utara, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Aceh Utara, Dinas Penanaman Modal, Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Aceh Utara, Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Aceh Utara, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Aceh Utara, Satker Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Aceh Kabupaten Aceh Utara, Tim Koordinasi Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Aceh Utara dan unsur Litbang Bappeda Aceh.
Kepala Bappeda Kabupaten Aceh Utara yang diwakili Kabid Bidang Penelitian dan Pengembangan Bappeda Kabupaten Aceh Utara Muhammad Taufiq, M.S.E dalam sambutan nya menjelaskan Focus Discusion Group (FGD) Kajian Efektivitas Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem di Kabupaten Utara dengan tujuan upaya pemerintah pengurangan kemiskinan untuk mencapai target tersebut, terus mendorong kerja sama berbagai Satuan Kerja Perangkat Kabupaten (SKPK), Akademisi, dunia usaha dan stakeholder lainya yang terkait, untuk memperkuat keterpaduan dan sinergi dalam upaya percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem di Aceh khususnya Aceh Utara.
Fakhruddin, SE, M. S.E selaku peneliti dalam paparannya menjelaskan bahwa pemerintah saat ini gencar melaksanakan program penghapusan kemiskinan terutama bagi kelompok masyarakat miskin yang tergolong dalam kemiskinan ekstrem (extreme poverty). Pemerintah Indonesia berupaya agar pada akhir tahun 2024 tidak ada lagi penduduk miskin yang masuk dalam kategori miskin ekstrem. Hal ini merupakan Upaya mencapai tujuan pembangunan yang sejalan dengan salah satu indikator Tujuan 1 dari Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu Tanpa Kemiskinan (No Poverty).
Provinsi Aceh merupakan slah satu provinsi yang menjadi focus pengentasan kemiskinan ekstrem. Dari 23 kabupaten/kota di aceh, terdapat 13 Kabupaten yang menjadi konsentrasi penduduk miskin ekstrem dan daerah tersebut menjadi locus pengentasan miskin ekstrem di Aceh. Pemerintah Indonesia telah menetapkan 3 strategi penghapusan miskin ekstrem yaitu: (i) penurunan beban pengeluaran masyarakat; (ii) peningkatan pendapatan masyarakat; serta (iii) meminimalkan wilayah kantong kemiskinan. terhadap strategi nasionnal tersebut, pemerintah daerah bisa memperluas cakupan program pusat, melengkapi program pusat, dan/atau dapat menambah besaran nilai bantuan (mempertebal) program pusat sesuai ketentuan yang berlaku. Hal ini juga akan menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran di daerah dan memperhatikan program-program yang telah berjalan dari pemerintah pusat.
Pemerintah pusat tetap melanjutkan beberapa program yang selama ini cukup efektif dalam pengentasan kemiskinan diantaranya adalah program Jaminan Kesehatan masyarakat (JKM), Program Keluarga harapan (PKH), dan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BSLM) serta ditambah dengan program milik pemerintah Aceh yaitu Jaminan Kesehatan Masyarakat Aceh. Rencana penghapusan kemiskinan ekstrem dituangkan dalam Dokumen Rencana Penghapusan Kemiskinan Aceh (RPKA) dan masing-masing Kabupaten yang menjadi lokus pengentasan kemiskinan ektrem. Dokumen RPKA dan RPKD selanjutnya akan menjadi acuan dalam pelaksanaan program dan menjadi media dalam proses evaluasi keberhasilan penghapusan miskin ektrem di Aceh. Dengan adanya dokumen RPKA makan akan teridentifikasi program mana saja yang sudah sesuai dengan target penghapusan kemiskinan ekstrem, dan yang belum.
Upaya penghapusan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya ditinjau dari dari satu aspek saja, namun harus menjangkau seluruh aspek dalam kehidupan masyarakat. Mengingat dlam keseharian manusis selalu bersinggungan dengan banyak aspek makan perlu diidentifikasi penyebab kemiskinan dari aspek lain seperti aspek social, budaya, ekonomi dan dan agama. Oleh karena itu, pelaksanaan program non-ekonomi perlu dilakukan sehingga penghapusan kemiskinan ekstrem bisa dilakukan secara menyeluruh.
Untuk melihat keefektivitasan dari berbagai program ini, baik dari sisi ekonomi, agama, sosial, dan budaya, maka perlu dilakukan kajian untuk mengidentifikasi sejauh mana keberhasilan dan hambatan program penghapusan kemiskinan di Aceh, khususnya yang menyangkut dengan kemiskinan ekstrem. Pengindentifikasian ini diperlukan untuk menganalisis sejauh mana pencapaian program dan hambatan yang dihadapi serta solusi yang bisa diberikan dalam rangka penghapusan kemiskinan ekstrem di Provinsi Aceh.
Penulis : Masdi





