Laporan : Agustia
Karo – Sejumlah mahasiswa Program Studi Agroekoteknologi Fakultas Pertanian Universitas Malikul Saleh turut serta dalam kegiatan pemanenan kentang di Desa Suka Nalu, Kabupaten Karo. Senin ( 27/1/2025)
Kegiatan ini diikuti oleh Eri Sukry Manalu, Agus Apandi Pangaribuan, Mahara Putri, Lista Ditami Br. Tarigan, Dita Puspita Lubis, Jagad Jiwanata Wibisana, dan Dafa Mahendra. Mereka melakukan pemanenan bersama seorang petani lokal, Agus Salim Tarigan.
Eri Sukry Manalu menjelaskan bahwa Kabupaten Karo memiliki potensi besar dalam budidaya kentang karena kondisi tanahnya yang subur, sedikit berpasir, serta kaya akan humus. Selain itu, iklim di daerah ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman hortikultura seperti kentang, wortel, kol, dan sawi.
Sementara itu, seorang petani kentang di Barus Jahe menyampaikan bahwa harga jual kentang relatif stabil dibandingkan dengan komoditas pertanian lainnya.
“Pemanenan kentang biasanya dilakukan setelah tanaman berusia sekitar 90 hari atau tiga bulan. Pasarnya cukup luas, terutama untuk kebutuhan restoran dan industri makanan. Kami juga mulai memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produk langsung ke konsumen,” ujar Agus Salim Tarigan.
Meski demikian, para petani menghadapi tantangan berupa serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas panen. Oleh karena itu, mereka berharap pemerintah dan lembaga terkait, seperti Badan Penyuluhan Pertanian, dapat terus memberikan pelatihan serta bantuan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan menjaga keberlanjutan produksi kentang di daerah tersebut.






