AKTUALNEWS.NET | Banda Aceh – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Aceh, melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah, menyelenggarakan Anugerah Inovasi Aceh (AIA) Tahun 2024 di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, pada Rabu (18/12/2024).
Dengan tema “Melalui Inovasi Daerah, Kita Wujudkan Transformasi Ekonomi, Sosial, dan Kewilayahan Menuju Pembangunan Aceh Berkelanjutan,”
kegiatan ini bertujuan memberikan penghargaan kepada para inovator SKPA yang telah berkontribusi dalam pembangunan daerah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, beserta unsur Forkopimda, para bupati dan wali kota se-Aceh, kepala SKPA, akademisi, pelaku usaha, dan perwakilan LSM.
Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Aceh, Dr. Safrizal ZA, menyampaikan apresiasi kepada Bappeda Aceh atas inisiatifnya dalam mendorong inovasi di lingkungan pemerintahan. Ia menegaskan bahwa inovasi merupakan kunci pembangunan berkelanjutan.
“Inovasi tidak hanya soal lomba, tetapi juga bagaimana menciptakan solusi berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerja dengan cara-cara baru yang lebih efektif,” ujar Safrizal.
Sementara itu, Kepala Bappeda Aceh, Dr. H. T. Ahmad Dadek, SH, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Anugerah Inovasi Aceh merupakan upaya untuk mendorong terciptanya inovasi di berbagai bidang oleh individu, kelompok, maupun organisasi.
Ia menjelaskan bahwa inovasi yang dilaporkan ke Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kemendagri mencakup tiga kategori utama, yaitu tata kelola pemerintahan daerah, pelayanan publik, dan inovasi lainnya.
Menurut Ahmad Dadek, hingga tahun 2024, Bappeda Aceh telah mencatat 139 inovasi yang dilaporkan oleh Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA). Dari jumlah tersebut, 80 persen telah memasuki tahap implementasi, dengan 48 inovasi dipresentasikan dan 23 dalam tahap evaluasi. Namun, masih ada 22 inovasi yang belum dipresentasikan.
“Ini menunjukkan bahwa masih diperlukan kerja sama yang lebih erat di antara SKPA untuk terus melahirkan ide-ide inovasi baru yang berdaya saing di tingkat nasional,” ungkap Ahmad Dadek.
Sebagai puncak acara, Bappeda Aceh memberikan penghargaan kepada lima inovasi terbaik tahun 2024, yaitu:
- TAGTO (Terapi Ablasi Gondok Tanpa Operasi) – Rumah Sakit Umum dr. Zainoel Abidin (RSUZA).
- SIREHSOS (Sistem Informasi Rehabilitasi Sosial) – Dinas Sosial Aceh.
- ICE MELON (Inovasi Operasi Cepat Tahap Mega Colon pada Bayi dan Anak) – RSUZA Banda Aceh.
- TAPE (Transfer Anggaran Provinsi Berbasis Ekologi Aceh) – Bappeda Aceh.
- Teumuleh Jeut Bagah Puleh – Rumah Sakit Jiwa Aceh.
RSUZA mendominasi penghargaan dengan berbagai inovasi unggulan, sekaligus berhasil menjadi SKPA terinovatif tahun 2024. Sejumlah SKPA lainnya juga meraih predikat “Sangat Inovatif,” seperti Dinas Kesehatan Aceh, Dinas Sosial Aceh, Bappeda Aceh, Dinas Pendidikan Aceh, dan beberapa dinas lainnya.
Bappeda Aceh melalui Bidang Riset dan Inovasi Daerah berharap kegiatan ini dapat menjadi motor penggerak lahirnya ide-ide kreatif yang mampu mempercepat pembangunan di Aceh sekaligus menjadikan provinsi ini lebih kompetitif di tingkat nasional dan internasional.






