AKTUALNEWS.NET | BANDA ACEH — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 Hijriah di Masjid Baburahman, Gampong Lamteumen Timur, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/11/2024), berlangsung meriah. Seperti tradisi di berbagai wilayah Aceh, kuah beulangong menjadi sajian utama. Namun, ada hidangan lain yang tak kalah menarik perhatian: bu kulah.
Bu kulah adalah nasi putih yang dibungkus daun pisang layu, dibentuk menyerupai piramida kecil. Hidangan sederhana ini memiliki cita rasa yang khas, terutama karena aroma daun pisang yang membungkusnya.
“Rasanya khas, ada aroma daun pisang yang membuatnya berbeda dari nasi bungkus biasa,” ujar Alta Zaini, Keuchik Gampong Lampulo Banda Aceh yang turut menghadiri perayaan Maulid tersebut.

Makan bersama dalam perayaan Maulid menjadi tradisi turun-temurun di Aceh, yang melambangkan rasa syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW. Lebih dari itu, tradisi ini menjadi ajang mempererat silaturahmi dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Keuchik Gampong Lamteumen Timur, Riazil, mengatakan bahwa peringatan Maulid tahun ini memiliki makna yang lebih mendalam.
“Peringatan Maulid seperti ini menjadi momen penting untuk menjalin kembali kebersamaan. Setelah pemilukada yang sempat membawa perbedaan, kini warga terlihat bersatu dalam suasana penuh kekeluargaan,” katanya.
Di Aceh, Maulid Nabi bukan sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga tentang merayakan kebersamaan. Melalui hidangan seperti bu kulah, masyarakat Aceh menjaga tradisi yang menyatukan mereka, memperkuat ikatan sosial yang telah ada sejak lama.
Dalam piramida kecil bu kulah, tersembunyi lebih dari sekadar rasa, ada cerita tentang rasa syukur dan semangat gotong royong yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Bu Kulah bukan hanya tentang rasa yang menggugah selera, tetapi juga tentang tradisi yang menghubungkan masa lalu dan masa depan.



