Pidie

Sambai Oen Peugaga Kuliner Khas yang Selalu Hadir di Maulid Nabi di Pidie

AktualNews
×

Sambai Oen Peugaga Kuliner Khas yang Selalu Hadir di Maulid Nabi di Pidie

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net | Pidie – Perayaan Maulid Nabi di Kabupaten Pidie, Aceh, selalu disambut dengan sukacita dan semangat kebersamaan yang kental. Selain doa dan zikir, momen ini juga menjadi ajang untuk menikmati beragam kuliner tradisional yang kaya akan cita rasa dan nilai budaya.

Salah satu hidangan yang tak pernah ketinggalan dan menjadi primadona yaitu Sambai Oen Peugaga, penganan khas Aceh yang terbuat dari aneka dedaunan segar.

Meskipun dinamai ‘sambal’, Sambai Oen Peugaga lebih mirip dengan urap, mengingat komposisinya yang terdiri dari campuran daun pegagan (Centella Asiatica) dan bumbu tradisional.

Di Pidie, hidangan ini dianggap istimewa karena merupakan bagian dari warisan kuliner leluhur yang diwariskan turun-temurun. Daun pegagan, sebagai bahan utama, tumbuh subur di Aceh, dan sudah lama dikenal sebagai tumbuhan herbal yang kaya manfaat kesehatan.

Sambai Oen Peugaga biasanya dihidangkan bersama aneka hidangan Maulid lainnya, Namun, Sambai Oen Peugaga tetap mencuri perhatian karena kesederhanaan bahan-bahannya yang dikombinasikan dengan bumbu gurih dari kelapa parut, bawang merah, bawang putih, dan cabai.

Campuran antara rasa gurih, pedas, dan segar dari daun-daunan membuatnya menjadi pelengkap yang sempurna di setiap hidangan.

Selain sebagai makanan, hidangan ini juga mengandung makna filosofi yang mendalam. Sambai Oen Peugaga merepresentasikan hubungan erat antara manusia dan alam. Penggunaan bahan-bahan alami dan lokal mencerminkan rasa syukur atas melimpahnya hasil bumi, serta komitmen masyarakat untuk menjaga tradisi yang sarat akan nilai-nilai budaya.

Proses pembuatannya yang membutuhkan ketelatenan dan kebersamaan juga menjadi simbol semangat gotong royong yang terus dipertahankan oleh masyarakat Pidie. Ibu-ibu biasanya berkumpul di dapur untuk mempersiapkan hidangan ini bersama, menjadikannya sebagai bagian dari adat yang memperkuat tali silaturahmi di antara warga.

Bagi masyarakat Aceh, Sambai Oen Peugaga bukan hanya soal kuliner, tetapi juga simbol dari kekayaan tradisi Aceh yang mereka banggakan, seperti saat maulid Nabi di pidie.

Melalui hidangan ini, mereka berharap generasi muda terus melestarikan budaya lokal yang sarat akan nilai kesehatan, kebersamaan, dan spiritualitas.

Baca Juga: Dekorasi Indah Hiasi Peringatan Maulid Nabi di Gampong Dayah Bubue

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *