Aktualnews.net I Kuala Simpang – Ketua Persaudaraan Pidie Raya (PIRA), Zakaria A Gani, mengunjungi Kabupaten Aceh Tamiang untuk memberikan dukungan moral sekaligus membantu warga asal Kabupaten Pidie yang terdampak bencana banjir hidrometeorologi di Aceh Tamiang, Kamis (15/10/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial PIRA terhadap masyarakat asal Pidie yang berdomisili di luar daerah, khususnya mereka yang masih berjuang memulihkan kehidupan dan perekonomian pascabencana.
Selain meninjau kondisi warga, Zakaria A Gani juga menyosialisasikan program kerja PIRA kepada diaspora Pidie yang menetap di Kabupaten Aceh Tamiang.
Dalam kunjungan itu, Ketua PIRA memberikan bantuan modal usaha secara spontan kepada Husni salah seorang warga Garot Gampong Are Pidie yang terdampak banjir. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya untuk kembali menjalankan usaha berjualan mi.
Warga penerima bantuan diketahui belum pernah memperoleh bantuan modal usaha sejak terdampak bencana.

Zakaria A Gani mengatakan, kepedulian terhadap sesama warga Pidie, termasuk yang berada di perantauan, merupakan bagian dari tanggung jawab sosial organisasi PIRA.
Menurutnya, masyarakat yang terdampak bencana membutuhkan perhatian dan dukungan nyata agar mampu bangkit serta kembali menjalankan aktivitas ekonomi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Melalui bantuan modal usaha tersebut, PIRA berharap warga penerima manfaat dapat kembali berjualan dan secara bertahap memulihkan kondisi perekonomiannya.
Kehadiran PIRA di Aceh Tamiang juga diharapkan dapat memberikan semangat baru bagi warga asal Pidie yang masih menghadapi berbagai kesulitan akibat bencana.
Bertemu Bupati Aceh Tamiang
Dalam rangkaian kunjungannya, Zakaria A Gani turut bertemu dengan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (P) Armia Fahmi yang juga warga Kota Bakti Pidie dan Datok Husen merupakan tokoh masyarakat dari Lamlo Pidie yang telah menetap di Aceh Tamiang.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memberikan dukungan moral kepada pemerintah daerah yang terus berupaya melakukan pemulihan wilayah pascabencana.
Ketua PIRA menyampaikan semangat dan dukungan agar pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat tetap optimistis, saling menguatkan, dan bergotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pemulihan.
PIRA berharap semangat kebersamaan dan solidaritas sosial terus terjaga, sehingga masyarakat terdampak bencana, khususnya warga Pidie yang menetap di Aceh Tamiang, dapat segera bangkit dan kembali menjalani kehidupan secara normal.
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen PIRA untuk terus mempererat hubungan persaudaraan dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat Pidie di perantauan.
Sebelumnya, Ketua Persaudaraan Pidie Raya (PIRA), Ir. Zakaria A. Ghani, yang juga menjabat Direktur PT Global Sembilan Karya, dan PT Paramount Bed Indonesia telah menyalurkan bantuan berupa meja dan bangku belajar kepada sejumlah sekolah terdampak bencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Bantuan tersebut antara lain disalurkan kepada SMP Kampung Landuk, SMP Negeri 1 Kota Lintang, dan SMP Negeri 1 Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Setiap sekolah menerima bantuan sarana belajar untuk mendukung kembali aktivitas pendidikan pascabencana.
Zakaria menjelaskan, bantuan meja dan bangku belajar tersebut tidak hanya disalurkan ke Kabupaten Aceh Tamiang, tetapi juga menjangkau sejumlah sekolah terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur.

“Bantuan ini tidak hanya kami salurkan ke Aceh Tamiang, tetapi juga ke Pidie Jaya, Bireuen, Aceh Utara, dan Aceh Timur. Secara keseluruhan, sebanyak 500 set meja dan bangku belajar telah kami serahkan langsung kepada sekolah-sekolah terdampak bencana, dengan total nilai bantuan mencapai Rp1 miliar,” ujar Zakaria.
Selain bantuan sarana pendidikan, pihaknya juga menyalurkan bantuan kebutuhan pangan berupa tiga ton ikan segar untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh.
“Ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah. Kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban para korban sekaligus membantu mempercepat pemulihan kegiatan belajar mengajar di sekolah-sekolah terdampak bencana,” pungkas Zakaria.





