Banda Aceh

Musriadi Minta Pemko Tingkatkan Honor Imuem Mukim

Abdul Hadi
×

Musriadi Minta Pemko Tingkatkan Honor Imuem Mukim

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Banda Aceh — Wakil Ketua DPRK Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd, meminta Pemerintah Kota Banda Aceh meningkatkan honor Imuem Mukim sebagai bentuk penghargaan terhadap peran dan tanggung jawab mereka dalam penyelenggaraan pemerintahan serta kehidupan masyarakat di tingkat kemukiman.

Hal tersebut disampaikan Musriadi saat menghadiri pelantikan Mukim Poteumeureuhom yang berlangsung di Aula Kantor Camat Ulee Kareng, Banda Aceh pada Rabu, 23/9/2026. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Keistimewaan dan Kesejahteraan Rakyat, Bachtiar, S.Sos., MM.

Musriadi menilai, Imuem Mukim memiliki posisi strategis dalam struktur masyarakat Aceh. Tugasnya tidak hanya berkaitan dengan pembinaan keagamaan, tetapi juga menyangkut adat, kemasyarakatan, pembangunan, ketenteraman, serta penguatan pelaksanaan syariat Islam.

“Imuem Mukim memiliki tanggung jawab yang cukup besar di tengah masyarakat. Karena itu, sudah selayaknya pemerintah memberikan perhatian yang lebih proporsional terhadap honor dan kesejahteraan mereka,” kata Musriadi.

Menurutnya, peningkatan honor perlu dilihat sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian sekaligus bagian dari upaya memperkuat kelembagaan mukim. Dalam tata pemerintahan Aceh, mukim memiliki kedudukan dan fungsi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan di tingkat lokal.

Musriadi meminta Pemko Banda Aceh melakukan evaluasi terhadap besaran honor yang diterima Imuem Mukim serta mengkaji kemungkinan penambahannya dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Jangan sampai tuntutan tugas dan tanggung jawab semakin besar, sementara dukungan terhadap Imuem Mukim belum sebanding. Kita berharap kebijakan ini dapat dibahas secara serius dalam perencanaan dan penganggaran daerah,” ujarnya.

Ia menambahkan, penguatan peran Imuem Mukim sejalan dengan kebutuhan Banda Aceh untuk memperkuat pembinaan masyarakat berbasis agama, adat, dan kearifan lokal.

“Ini bukan semata-mata soal menambah honor, tetapi bagaimana pemerintah memberikan penghargaan yang layak kepada mereka yang ikut menjaga kehidupan sosial, adat, dan keagamaan masyarakat,” pungkasnya.

Baca Juga :  Tutup UKW, Musriadi Tegaskan Wartawan Harus Kompeten, Profesional dan Berintegritas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *