Banda Aceh

DPRK Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Abdul Hadi
×

DPRK Terima Dokumen R-KUA-PPAS APBK Banda Aceh 2027 dari Eksekutif

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Banda Aceh – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh menerima dokumen Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (R-KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan dan Belanja Kota (APBK) Tahun Anggaran 2027 dari Pemerintah Kota Banda Aceh.

Penyerahan dokumen R-KUA-PPAS tersebut berlasung dalam Rapat Paripurnya Dewan yang diserahkan Walikota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal yang diterima langsung Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah, ST yang turut disaksikan Wakil Ketua Dewan Daniel Abdul Wahab dan Dr Musriadi, dan segenap anggota dewan lainnya, Senin, 03/08/2026.

Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST dalam sambutannya penyampaian penjelasan dan penyerahan secara resmi RKUA dan PPAS APBK Tahun Anggaran 2027, dirinya memandang bahwa tahapan ini bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan, tetapi merupakan momentum penting untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal daerah disusun secara terencana, terukur, dan bertanggung jawab.

Oleh karena itu, penyusunan RKUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 harus merujuk secara konsisten kepada dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Banda Aceh Tahun 2027, mengakomodasi hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), serta selaras dengan sasaran dan indikator yang telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Banda Aceh Tahun 2025–2029.

“Tahun 2027 yang berada di hadapan kita bukan sekadar pergantian angka pada kalender fiskal. Lebih dari itu, tahun 2027 harus kita jadikah sebagai momentum fundamental— sebuah titik balik kemajuan dan kebangkitan bagi Kota Banda Aceh yang kita cintai,” kata Irwansyah

Irwansyah menambahkan harapan besar ini tidak akan pernah mewujud jika kita membangunnya di atas fondasi saling menyalahkan. Kita harus berdiri di atas kedewasaan berpikir dan kejujuran nurani, mengakui bahwa pekerjaan rumah kota ini masih terbentang luas dan membutuhkan waktu serta proses untuk diselesaikan secara tuntas.

Oleh karena itu, yang kita butuhkan hari ini bukanlah sekat pemisah, melainkan sebuah kolaborasi yang solid, kokoh, dan berkesinambungan. Hanya dengan kemitraan yang kuat antara legislatif dan eksekutif, kita akan mampu mengurai dan menyelesaikan berbagai persoalan krusial kota—mulai dari akselerasi pembangunan infrastruktur yang merata, hingga penanganan penyakit sosial yang mengancam generasi kita, seperti peredaran narkoba, tingginya angka perceraian, serta penyebaran HIV/AIDS.

Baca Juga :  Illiza Buka Forum Konsultasi Publik RPJM 2025-2029 dan RKPD 2026

“Tanggung jawab besar ini terlalu berat jika hanya dibebankan pada pundak pemerintah kota semata. Ini adalah panggung pembuktian tanggung jawab kolektif kita bersama. Dalam kaitan ini, DPRK mendorong agar peran gampong benar-benar diperkuat. Gampong harus diletakkan sebagai garda terdepan; menjadi benteng utama dalam menjaga kebersihan lingkungan, membina akhlak dan Moralitas warga, sekaligus menutup rapat- rapat ruang gerak berkembangnya patologi sosial di tengah Masyarakat,” ujarnya

“Di sisi lain, mari kita arahkan pandangan kita pada potensi besar yang dianugerahkan kepada kota ini. Banda aceh memiliki modalitas yang sangat kuat sebagai kota wisata. Potensi ini menuntut kreativitas dan komitmen kita untuk terus dikembangkan secara integrative,” tambahnya.

Lebih lanjut Irwansyah menambahkan melalui dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 ini, mari kita dorong bersama implementasi konsep waterfront city. Kita perlu melakukan penataan kawasan strategis di sepanjang aliran sungai dan pesisir pantai secara selektif dan terukur. Kita dapat memulainya dari episentrum yang memiliki nilai jual tinggi, seperti Kawasan Krueng aceh di sekitar masjid keuchik leumik, revitalisasi kawasan peunayong, serta titik- titik potensial lainnya.
Selain itu, keberlanjutan pembangunan infrastruktur pedestrian yang telah berjalan dengan sangat baik sejak masa kepemimpinan saudari walikota Illiza Sa’aduddin Djamal patut kita berikan apresiasi yang tinggi. Praktik baik (best practice) ini harus kita pertahankan, kita tingkatkan kualitasnya, dan kita perluas jangkauannya ke kawasan – kawasan strategis yang lain. Drainase, hingga berbagai program penataan dan revitalisasi kota.

Namun, kita menyadari masih banyak pekerjaan yang harus kita tuntaskan. Insyaallah, melalui kolaborasi yang terus kita bangun, Tahun 2027 mendatang kita akan memperluas program perbaikan, memperbanyak revitalisasi drainase, serta menghadirkan ruang-ruang kota yang semakin baik dan nyaman bagi seluruh masyarakat banda aceh.

“Dengan langkah-langkah taktis dan strategis tersebut, kita tidak sedang sekadar mempercantik estetika kota agar indah dan nyaman dipandang. Jauh melampaui itu, kita sedang menggerakkan roda ekonomi, menggairahkan sektor pariwisata, dan pada akhirnya bermuara pada peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan seluruh masyarakat Banda Aceh,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *