Aktualnews.net I Banda Aceh – Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan Implementation Arrangement (IA) bersama Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Iskandar Muda (Unida) Banda Aceh. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat implementasi penelitian mahasiswa di lingkungan pemerintahan.
Kerja sama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi menitikberatkan pada realisasi kegiatan penelitian mahasiswa secara langsung di Dispora Aceh. Melalui IA, hasil kajian akademik didorong untuk melampaui batas teoritis dan diwujudkan dalam praktik pemerintahan yang aplikatif serta berdampak nyata.
Kegiatan yang berlangsung di kantor Dispora Aceh ini mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan dunia akademik. Fokus utamanya adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia di bidang administrasi publik, kepemudaan, dan olahraga berbasis riset.
Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik FISIPOL Unida, Dr. Badruzzaman, SE., M.Si, bersama tim. Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, T. Banta Nuzullah, turut didampingi oleh Kepala Subbagian Hukum, Kepegawaian, dan Umum (Kasubbag HKU), Maszuwar ZM.
Dalam sambutannya, T. Banta Nuzullah menegaskan bahwa IA merupakan instrumen strategis dalam menjembatani kebutuhan praktis pemerintah dengan kekuatan analisis akademik. Ia menyebutkan bahwa Dispora Aceh membuka ruang luas bagi mahasiswa untuk melaksanakan penelitian yang relevan dan aplikatif.
“IA ini kami dorong sebagai bentuk realisasi konkret kolaborasi, di mana penelitian mahasiswa tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi benar-benar diterapkan dan memberi kontribusi terhadap peningkatan kualitas program kepemudaan dan olahraga,” ujarnya.
Penekanan utama kerja sama ini terletak pada implementasi penelitian mahasiswa Magister Administrasi Publik Unida di lingkungan Dispora Aceh. Sejumlah riset yang telah dilakukan mencakup isu-isu strategis, seperti peningkatan kualitas pelayanan publik, pengembangan program pemberdayaan pemuda, hingga evaluasi kebijakan dan manajemen kegiatan olahraga daerah.
Hasil penelitian tersebut telah melahirkan berbagai rekomendasi kebijakan, model program, serta inovasi yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Hal ini menegaskan peran IA sebagai jembatan efektif dalam menghubungkan teori akademik dengan praktik nyata pemerintahan.
Ke depan, pelaksanaan IA akan terus diperkuat melalui pendekatan applied research dengan mendorong mahasiswa menghadirkan solusi inovatif terhadap berbagai tantangan aktual, seperti peningkatan partisipasi pemuda, pengelolaan olahraga berkelanjutan, serta optimalisasi pelayanan publik berbasis digital.
Melalui kerja sama berbasis IA ini, Dispora Aceh dan Universitas Iskandar Muda diharapkan mampu membangun kolaborasi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan efektivitas program, tetapi juga memberikan dampak nyata dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing di Aceh.(Hadi)





