Bireuen

Warga Korban Banjir di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Setelah Enam Bulan, Keluhkan Minimnya Bantuan

Abdul Hadi
×

Warga Korban Banjir di Bireuen Masih Tinggal di Tenda Setelah Enam Bulan, Keluhkan Minimnya Bantuan

Sebarkan artikel ini

Aktualnews.net I Bireuen – Enam bulan pasca banjir yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Bireuen pada 25 November 2025, masih terdapat warga yang belum menerima bantuan memadai dari pemerintah. Kondisi ini dialami oleh dua kepala keluarga di Desa Teupin Mane Kecamatan Juli Kabupaten Bireun hingga kini masih bertahan di tenda darurat.

Hal tersebut diungkapkan oleh korban banjir, Fitriani (25), pada sabtu, 2 Mei 2026 bahwa dirinya bersama keluarga masih tinggal di tenda darurat sejak rumah dan seluruh harta bendanya hanyut terbawa banjir. Ia menyebut belum mendapatkan hunian sementara, dana tunggu hunian, maupun bantuan lain dari pemerintah daerah.

“Semua sudah hilang dibawa banjir. Sampai sekarang kami masih di tenda, belum ada bantuan apa pun,” ujar Fitriani dengan nada pilu.

Menurutnya, hanya satu keluarga yang telah menerima bantuan dari sumber Dana Tunggu Hunian (DTH). Sementara dirinya dan keluarga lain belum mendapatkan kejelasan terkait bantuan yang dijanjikan.

Ketiga kepala keluarga tersebut, M. Dedi Irmawan (35), Rosnita (60), dan Jufri Muhammad (34). Dedi tinggal bersama istrinya, Fitriani (25), dan dua anak mereka. Sementara itu, Jufri hidup bersama istrinya, Suryani (34), serta tiga anak yang masih kecil.

Fitriani juga menjelaskan bahwa tim verifikasi sempat mendatangi dirinya untuk pendataan pembangunan hunian tetap (huntap). Namun, ia diminta menyediakan lahan sendiri sebagai syarat pembangunan rumah, sementara tanah miliknya telah hilang akibat banjir.

Ia mengaku telah berupaya mencari dan membeli lahan pengganti, namun hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak terkait. “Tim verifikasi tahap kedua tidak menjumpai kami lagi. Katanya data kami sudah ada, tapi sampai sekarang belum ada kejelasan,” katanya.

Baca Juga :  PT ANTAM Tbk Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh

Dengan harapan besar, Fitriani memohon perhatian dari Pemerintah Kabupaten Bireuen dan Pemerintah Aceh agar segera memberikan solusi bagi korban yang masih terdampak.

“Kami mohon kepada pemerintah, lihat kami. Sudah hampir enam bulan kami tinggal di tenda. Saat hujan kami basah, saat panas kami kepanasan,” ujarnya sambil menahan tangis.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah terkait hal keterlambatan bantuan kepada korban banjir di wilayah tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *