Banda Aceh – Musyawarah Daerah (Musda) ke-XI Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh resmi dibuka oleh Asisten II Bidang perekonomian dan pembangunan Setda Aceh Dr Zulkifli yang berlangsung di Hotel Permata Hati Banda Aceh Pada Senin 5 Mei 2025.
Acara pembukaan Musda ke- XI ini berlangsung meriah dan penuh semangat, menunjukkan komitmen semua pihak untuk bersama-sama memajukan sektor transportasi darat di Provinsi Aceh.
Kepala Organda Aceh Ramli SE dalam sambutannya mengatakan jika Organda kalau tidak ada pergerakan semua akan terhenti, maka organda Aceh berkomitmen bermitra terus menerus dengan Pemerimtah, begitu penting Transportasi, transportasi merupakan faktor penting dalam pembangunan ekonomi suatu daerah, Pembangunan infrastruktur yang baik dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas mutu, menciptakan lapangan kerja, oleh karena itu Pemerintah dan pihak terkait perlu berinvestasi dalam pengembangan Transportasi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.
Saat ini Organda Aceh memperkejakan 15 ribu pekerja disektor transportasi yang ada di Aceh, Kami Organda berkomitmen apapun keadaan ekonomi tetap kami tetap harus jalan, Kondisi ekonomi sekarang lagi tidak baik baik saja.
“Tranaportasi merupakan urat nadi perekonomian, kalau transportasinya berhenti ekonomi akan berhenti” maka dalam musyawarah ini kita tidak hanya membicarakan transportasi saja tapi juga kita bicarakan masalah bangkitnya ekonomi di Aceh,” ujar Ketua Organda Aceh.
Dalam musyawarah ini Ramli meminta kepada seluruh Dpc Organda untuk selalu berkolaborasi, bersinergi dengan pemerintah memberikan informasi bagaiman ekonomi itu harus bangkit.
Sementara itu Asisten dua Setda Aceh Dr Zulkifli dalam sambutannya mengatakan transportasi yang profisional, efisien dan aman tentu akan menciptakan iklim usaha yang kondusif, memudahkan arus barang dan jasa serta memperkuat konektifitas antar wilayah baik dalam sekala lokal maupun Nasional maupun Internasional, hal ini menjadi sangat strategis ditengah upaya kita menjadikan Aceh sebagai kawasan yang menarik bagi infestor, baik disektor industri, pertanian, pariwisata maupun jasa.
Oleh sebab itu Zulkifli mengajak seluruh insan Organda Aceh untuk terus meningkatkan kopotensi, memperkuat managemen usaha dan mengedepankan pelayanan yang berorentasi pada kualitas dan keselamatan, unit usaha angkutan tidak boleh lagi dengan pola lama kita harus siap dengan era digitalisasi standar layanan modern serta tantangan global seperti transisi energi serta intergrasi rantai pasok nasional maupun internasional.
Peningkatan profisionalisme pengusahan angkutan juga harus berjalan dengan seiring dengan penegakan etika usaha dan terhadap regulasi serta penghormatan terhadap hak hak masyarakat sebagai pengguna jasa.
Dirinya berharap organda Aceh dapat menjadi garda terdepan dalan menciptakan pengolola transportasi yang lebih tertip, transparan dan juga berkeadilan, dan kepada pengurus yang akan terpilih nantinya agar mampu membawa organda Aceh menjadi organisasi yang semakin solit.kami yakin organda Aceh akan mempu menjawab berbagai tantangan dengan berbagai inovasi dan juga integritas.” Pungkas Dr Zulkifli.





